Senin, 20 Mei 2013

Skenario 3 Blok 6 2012



TUTORIAL BLOK 6 SKENARIO 3
Imunopatologi terdiri dari:
1.       Reaksi Hipersensitivitas
2.       Imunodefisiensi
3.       Auto Imun

REAKSI HIPERSENSITIVITAS
Hipersensitivitas: Reaksi imun yang patologic,terjadi akibat respon imun yang berlebihan sehingga menimbulkan kerusakan jaringan tubuh.
Pembagian Hipersensitivitas menurut waktu:
a.       Reaksi Cepat
Terjadi dalam waktu beberapa detik dan hilang dalam waktu 2 jam
Contoh: Anafilaksis sistemik, Anafilaksis lokal seperti bersin, asma, urtikaria dan eksim

b.      Reaksi Intermediet
Terjadi dalam beberapa jam dan menghilang dalam waktu 24 jam
Manifestasi dapat berupa:
-          Reaksi transfusi darah, eritoblastosis fetalis, anemia hemolitik autoimun
-          Artritis reumatoid, vasculitis necrosis

c.       Reaksi Lambat
Reaksi terjadi lambat dan terlihat setelah 48 jam setelah pajanan dengan anigen
Contoh: Dermatitis Otak

Macam-Macam Tipe Hipersensitivitas
a.       Hipersensitivitas Tipe I (Anafilaksis)
-          Dilakukan oleh IgE yang melekat pada sel mast dan berakibat dilepaskannya beberapa mediator yang menyebabkan Rx anafilaksis
-          Mediatornya histamin
-          Proses aktivasi sel mast terjadi apabila IgE mengikat anafilatoksin
-          Proses aktivasi ini melepaskan berbagai mediator
-          Timbul gejala alergi
Contoh:  Reaksi anafilaktik terhadap penisilin, Rhinitis alergi

b.      Hipersensitivitas Tipe II (Sitotoksik)
-          Adanya antibodi dalam keadaan bebas dalam sirkulasi  yang akan bereaksi dengan antigen
-          Dilakukan oleh IgM atau IgG yang melekat pada sel sendiri dan mengaktifkan lajur homplemen.
-          Akibatnya terjadi kerusal sel target.
Contoh  :
      -Ketidakcocokan golongan darah antara donor dan   
        resipien waktu transfusi darah……anemia hemolitik
                - Eritroblastosis fetalis : Rh
                - Adanya autoantibodi terhadap antigen nucleoprotein .  
Antibodinya disebut  factor LE

c.       Hipersensitivitas Tipe III (Imun Kompleks)
-          Antigen larut dan antibodinya berada dalam keadaan bebas dalam sirkulasi
-          Bila bereaksi membentuk komplek imun
-          Komplek imun ini berpresipitasi pada sel
Contoh : - Rx Arthus
- Serum Sickness

d.      Hipersensitivitas Tipe IV (Delayed Type Hipersensitivity)
-          Tipe lambat (24-48 jam )
-           Tipe selluler
-          Sel limfosit yang telah tersensitisasi  bereaksi secara spesifik dengan suatu antigen tertentu
Contoh: Rx Tuberkulin , Rx Granuloma


AUTOIMUN
Autoimunitas adalah respon imun terhadap antigen jaringan sendiri yang disebabkan oleh mekanisme normal yang gagal untuk mempertahankan self tolerance sel B,sel T atau keduanya. keduanya.
§  Pada dasarnya berarti imunitas untuk dirisendiri
§  Sistem kekebalan tubuh atau sistem imun seharusnya menangkap benda asing dan menghancurkannya.
§  Suatu kondisi kondisi yang terjadi terjadi ketika terjadi terjadi kegagalan kegagalan untuk mengenali beberapa bagian dari dirinya (NIH, 1998),sehingga sistem imun tubuh keliru menyerang menyerang dan menghancurkan menghancurkan jaringan tubuh sehat.
§  Pada orang yang memiliki penyakit autoimun,sistem kekebalan kekebalan tubuh ini justru menyerang menyerang dirinya dirinya sendiri.

Penyebab Penyakit Autoimun:
Penyebab Penyakit Autoimun:
·         Kegagalan autoantibodi dan sel T mengenali sel sendiri(toleransi diri hilang)
·         Autoantibodi dan sel T menyerang sel‐selsendiri
·         Jika T helperlimfositterlalu aktif.
·         Gangguan klinis yang diproduksi oleh respon imun ke komponen jaringan normal daritubuh
·         Ketidakmampuan untuk menghilangkan antigen penyebab prosesinflamasi kronis.

Contoh-contoh Penyakit Autoimun
Ø  Multiple sclerosis gangguan autoimun yang mempengaruhi otak dan sistem saraf pusat tulang belakang
Ø  Myasthenia gravis gangguan neuromusk luer yang melibatkan otot dan saraf
Ø  Reactive Arthtritis (peradangan sendi, saluran kencing, dan air mata)
Ø  Grave’s disease gangguan autoimun yang mengarah ke kelenjartiroid hiperaktif
Ø  Type 1 Diabetes Mellitus ketidakmampuan/kurangnya tubuh membentuk insulin

Faktor-faktor penyakit autoimun:
§  Genetik: yaitu Haplotipe HLA tertentu meningkatkan resiko penyakit autoimun.
§  Kelamin/Gender: yaitu wanita lebih sering daripada pria
§  Infeksi: yaitu virus Eipstein-Barr, mikoplasma, streptoccoccus, klebsiella, dll.
§  Sifat autoantigen: enzim dan protein (heat shock protein) sering sebagai antigen sasaran dan mungkin bereaksi silang dengan antigen mikroba
§  Obat-obatan: obat tertentu dapat menginduksi autoimun
§  Usia: sebagian besar autoimun terjadi pada usia dewasa


IMUNODEFISIENSI
Imunodefisiensi adalah sekumpulan keadaan yang berlainan, dimana sistem kekebalan tidak berfungsi secara adekuat, sehingga infeksi lebih sering terjadi, lebih sering berulang, luar biasa berat dan berlangsung lebih lama dari biasanya.

Tanda-Tanda Klinis Imunodefisiensi:
·         Peningkatan kerentanan terhadap infeksi dan jenis infeksinya tergantung komponen sistem imun yang defektif.
·         Penderita dengan imunodefisiensi rentan terhadap kankertertentu.
·         Imunodefisiensi dapa tterjadi akibat defek pematangan limfosit, mekanisme efektor imunitas non-spesifik dan spesifik.
·         Imunodefisiensi tertentu terkait dengan peningkatan insiden autoimunitas

Pembagian Imunodefisiensi:
o   Imunodefisiensi Kongenital(primer):
-          Defek genetik à rentan terhadap infeksi.
-          Manifestasinya mulai dari bayi.

o   Imunodefisiensi didapat(sekunder):
-          Timbul à malnutrisi, kanker yang menyebar, pengobatan dengan imunosupresan, infeksi virus

Terapi pada imunodefisiensi:
ü  Menggunakan antibiotik/antiviral yang tepat dan pemberian pooled human imunoglobulin yang teratur
ü  Transplantasi sumsum tulang dari donor ke resipien yang memiliki hubungan genetik yang cocok.
ü  Iradiasi kelenjar getah bening total untuk mengontrol GVH
ü  Pemberian globulin gama pada penderita dengan defisiensi Ig tertentu tertentu tapi tidak pada defisiensi igA
ü  Pemberian sitokin seperti IL‐2. IFN γ pada penerita tertentu
ü  Tranfusi
ü  Transplantasitimusfetal atau stem sel dari sumsum tulang utk memperbaiki kompetensi imun
ü  Obat antivirus
ü  Vaksinasi
ü  Terapi genetik à dengan meny isipkan gen normal ke populasisel yang terkena penyakit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar