Kamis, 29 Maret 2012

Artikel dan Jurnal Tutorial sk. 1 Blok 5


Author : Ardicho (jurnal) dan Kintan (artikel)

Artikel Sk. 1 Tutorial Blok 5
PATOFISIOLOGI

Tubuh manusia berespon terhadap perdarahan akut dengan mengaktivasi sistem fisiologi utama sebagai berikut: sistem hematologi, kardiovaskuler, ginjal, dan sistem neuroendokrin. Sistem hematologi berespon terhadap kehilangan darah yang berat dan akut dengan mengaktivasi kaskade koagulasi dan vasokonstriksi pembuluh darah (melalui pelelepasan tromboksan A2 lokal). Selain itu, platelet diaktivasi (juga melalui pelepasan tromboksan A2 lokal) dan membentuk bekuan darah immatur pada sumber perdarahan.
Pembuluh darah yang rusak menghasilkan kolagen, yang selanjutnya menyebabkan penumpukan fibrin dan menstabilkan bekuan darah. Dibutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk menyempurnakan fibrinasi dari bekuan darah dan menjadi bentuk yang sempurna. Sistem kardiovaskuler pada awalnya berespon terhadap syok hipovolemik dengan meningkatkan denyut jantung, meningkatkan kontraktilitas miokard, dan vasokonstriksi pembuluh darah perifer. Respon ini terjadi akibat peningkatan pelepasan norepinefrin dan penurunan ambang dasar tonus nervus vagus (diatur oleh baroreseptor di arcus caroticus, arcus aorta, atrium kiri, dan penbuluh darah pulmonal). Sistem kardiovaskuler juga berespon dengan mengalirkan darah ke otak, jantung, dan ginjal dengan mengurangi perfusi kulit, otot, dan traktus gastrointestinal.
Sistem renalis berespon terhadap syok hemoragik dengan peningkatan sekresi renin dari apparatus juxtaglomeruler. Renin akan mengubah angiotensinogen menjadi angiotensin I, yang selanjutnya akan dikonversi menjadi angiotensin II di paru-paru dah hati. Angotensin II mempunyai 2 efek utama, yang keduanya membantu perbaikan keadaan pada syok hemoragik, yaitu vasokonstriksi arteriol otot polos, dan menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal. Aldosteron bertanggungjawab pada reabsorbsi aktif natrium dan akhirnya akan menyebabkan retensi air.
Sistem neuroendokrin berespon terhadap syok hemoragik dengan meningkatan Antidiuretik Hormon (ADH) dalam sirkulasi. ADH dilepaskan dari glandula pituitari posterior sebagai respon terhadap penurunan tekanan darah (dideteksi oleh baroreseptor) dan terhadap penurunan konsentrasi natrium (yang dideteksi oleh osmoreseptor). Secara tidak langsung ADH menyebabkan peningkatan reabsorbsi air dan garam (NaCl) pada tubulus distalis, duktus kolektivus, dan lengkung Henle. 
Patofisiologi dari syok hipovolemik itu telah tercakup pada apa yang ditulis sebelumnya. Referensi untuk bacaan selanjutnya dapat ditemukan pada bibliografi. Mekanisme yang rumit yang telah dijelaskan sebelumnya efektif dalam memenuhi perfusi organ vital pada kehilangan darah yang berat. Tanpa resusitasi cairan dan darah dan atau koreksi keadaan patologi yang mendasari perdarahan, perfusi jantung akhirnya akan berkurang, dan kegagalan berbagai organ akan segera terjadi.
MANIFESTASI KLINIS
Riwayat Penyakit
·         Pada pasien dengan kemungkinan syok akibat hipovolemik, riwayat penyakit penting untuk menentukan penyebab yang mungkin dan untuk penanganan lansung. Syok hipovolemik akibat kehilangan darah dari luar biasanya nyata dan mudah didiagnosis. Perdarahan dalam kemungkinan tidak nyata, seperti pasien hanya mengeluhkan kelemahan, letargi, atau perubahan status mental.
·         Gejala-gejala syok seperti kelemahan, penglihatan kabur, dan kebingungan, sebaiknya dinilai pada semua pasien.
·         Pada pasien trauma, menentukan mekanisme cedera dan beberapa informasi lain akan memperkuat kecurigaan terhadap cedera tertentu (misalnya, cedera akibat tertumbuk kemudi kendaraan, gangguan kompartemen pada pengemudi akibat kecelakaan kendaraan bermotor).
·         Jika sadar, pasien mungkin dapat menunjukkan lokasi nyeri
·         Tanda vital, sebelum dibawa ke unit gawat darurat sebaiknya dicatat.
·         Nyeri dada, perut, atau punggung mungkin menunjukkan gangguan pada pembuluh darah.
·         Tanda klasik pada aneurisma arteri torakalis adalah nyeri yang menjalar ke punggung. Aneurisma aorta abdominalis biasanya menyebabkan nyeri perut, nyeri punggung, atau nyeri panggul.
·         Pada pasien dengan perdarahan gastrointestinal, mengumpulan keterangan tentang hematemesis, melena, riwayat minum alkohol, penggunaan obat anti-inflamasi non steroid yang lama, dan koagulopati (iatrogenik atau selainnya) adalah sangat penting.
·         Kronologi muntah dan hematemesis harus ditentukan.
·         Pada pasien dengan hematemesis setelah episode berulang muntah yang hebat kemungkinan mengalami Sindrom Boerhaave atau Mallory-Weiss tear, sedangkan pasien dengan riwayat hematemesis sejak sejak awal kemungkinan mengalami ulkus peptik atau varises esophagus.
·         Jika suatu penyebab ginekologik dipertimbangkan, perlu dikumpukan informasi mengenai hal berikut: periode terakhir menstruasi, faktor risiko kehamilan ektopik, perdarahan pervaginam (termasuk jumlah dan durasinya), produk konsepsi pada saluran vagina, dan nyeri. Semua wanita usia subur sebaiknya menjalani tes kehamilan, untuk meyakinkan apakah mereka hamil. Tes kehamilan negatif bermakna untuk menyingkirkan diagnosis kehamilan ektopik.

Author : Kintan

Latihan soal sk.1 Tutorial Blok 5


Latihan Soal Skenario 1 Blok 5
Author : Lita dan Nisa
Datang pasien laki-laki umur 19 tahun, berat badan 40 kg, dengan diare akut sudah 10x sehari, disertai mual dan muntah. Setiap makan dan minum pasti muntah. Pasien dikhawatirkan mengalami dehidrasi.
1.      Jika mau diinfus, sebaiknya mengandung apa?
a.      Air saja
b.      Glukosa saja
c.       Logam ion kalium
d.      Albumin
e.      Plasma darah

2.      Minuman yang sesuai untuk pasien tersebut sebaiknya mengandung apa?
a.      Cukup air
b.      Logam ion kalsium
c.       Logam ion kalium dan glukosa
d.      Logam ion natrium
e.      Glukosa saja untuk energi

3.      Berapakah kira-kira jumlah cairan dalam tubuh pasien laki-laki di atas?
a.      25 liter
b.      20 liter
c.       15 liter
d.      10 liter
e.      5 liter
Pembahasan :
Volume : 70% berat tubuh bebas lemak
TBW laki  (usia 17-40 thn): 60% BB
TBW perempuan : 51% BB
TBW manula : 45-50% BB
Ø  Jadi, kira-kira jumlah cairan dalam tubuh pasien laki-laki tersebut adalah 60% x 40kg = 24 liter 25 liter

4.      Cairan dari saluran cerna bisa masuk ke dalam pembuluh darah karena ada proses apa?
a.      Difusi
b.      Mengalir secar aktif
c.       Tekanan hidrostatika darah tinggi
d.      Tekanan osmosis di usus tinggi
e.      Inhibisi
Pembahasan :
Difusi adalah materi padat,partikel berpindah dari konsentrasi tinggi ke rendah. Sedangkan konsentrasi pada saluran cerna lebih tinggi daripada dalam pembuluh darah.
Molekul-molekul zat makanan dari saluran pencernaan akan diabsorpsi kedalam aliran darah dan aliran limfe tergantung dari jenis makanannya. Lemak dan zat yang larut dalam lemak diabsorpsi melalui  proses difusi sederhana kedalam aliran limfe, sementara monosakarida, asam amino dan zat yang larut dalam air diabsorpsi kedalam aliran darah melalui proses difusi difasilitasi dan transport aktif. Proses ini terutama terjadi pada usus halus.

5.      Jika diare dibiarkan saja, maka dapat terjadi syok apa?
a.      Hemoragi
b.      Cardiogenik
c.       Hipovolemik
d.      Anafilaktik
e.      Neurogenenik
Pembahasan :
Kondisi-kondisi yang menempatkan pasien pada resiko syok hipovolemik adalah (1) kehilangan cairan eksternal seperti : trauma, pembedahan, muntah-muntah, diare, diuresis, (2) perpindahan cairan internal seperti : hemoragi internal, luka baker, asites dan peritonitis.
Hipovolemia adalah keadaan berkurangnya volume darah yang bersirkulasi dalam tubuh. Keadaan ini tergolong darurat dimana jumlah darah dan cairan yang hilang membuat jantung tidak mampu memompa darah dalam jumlah yang cukup. Kehilangan cairan pada syok hipovolemik bisa disebabkan oleh terbakar, diare, muntah-muntah, dan kekurangan asupan makan. Untuk mempertahankan perfusi jantung dan otak, maka terjadi peningkatan kerja simpatis, hiperventilasi, pembuluh vena yang kolaps, pelepasan hormon stress serta ekspansi besar untuk pengisian kembali cairan interstitial dan ekstraseluler, serta penurunan volume urin.

6.      Dokter pada skenario di atas menyatakan pasien dehidrasi. Apa tandanya?
a.      Kulit basah
b.      Turgor kulit turun
c.       Urin banyak keluar
d.      Mata sembab
e.      Sesak napas
Pembahasan :
·         Dehidrasi Ringan (kehilangan cairan: 40-50 ml/kg BB), gejala klinis :
Keadaan umum: Haus, sadar, gelisah
Nadi, respirasi, tekanan darah, turgor, mata, urine: Normal. Mukosa: basah
·         Dehidrasi Sedang (kehilangan cairan: 60-90 ml/kg BB), gejala klinis :
Keadaan umum: Haus dan gelisah
Nadi: cepat dan kecil, respirasi: agak cepat, tekanan darah: normal/turun, turgor: kurang, mata: cekung, mukosa: kering, urinasi: kurang
·         Dehidrasi Berat (kehilangan cairan: 100-120 ml/kg BB), gejala klinis:
Keadaan umum: ngantuk, lemah, koma
Nadi: tidak teraba, respirasi: cepat dan dalam, tekanan darah: <80 mmHg/tak terukur, turgor: kurang sekali, mata: cekung sekali, mukosa: kering sekali, urinasi: tidak ada

7.      Jika berlanjut terjadi syok, maka oksigenasi jaringan terhambat. Hal ini dapat menyebabkan keadaan apa?
a.      Asidosis metabolik
b.      Asidosis respiratorik
c.       Alkalosis respiratorik
d.      Alkalosis metabolik
e.      Terjadi metabolisme aerob
Pembahasan :
Penyebab asidosis metabolik dapat dikelompokkan kedalam 3 kelompok utama :
ü  Jumlah asam dalam tubuh dapat meningkat jika mengkonsumsi suatu asam atau suatu bahan yang diubah menjadi asam. Sebagian besar bahan yang menyebabkan asidosis bila dimakan dianggap beracun. Contohnya adalah metanol (alkohol kayu) dan zat anti beku (etilen glikol). Overdosis aspirin pun dapat menyebabkan asidosis metabolik.
ü  Tubuh dapat menghasilkan asam yang lebih banyak melalui metabolisme. Tubuh dapat menghasilkan asam yang berlebihan sebagai suatu akibat dari beberapa penyakit; salah satu di antaranya adalah diabetes melitus tipe I. Jika diabetes tidak terkendali dengan baik, tubuh akan memecah lemak dan menghasilkan asam yang disebut keton. Asam yang berlebihan juga ditemukan pada syok stadium lanjut, dimana asam laktat dibentuk dari metabolisme gula.
ü  Asidosis metabolik bisa terjadi jika ginjal tidak mampu untuk membuang asam dalam jumlah yang semestinya. Bahkan jumlah asam yang normal pun bisa menyebabkan asidosis jika ginjal tidak berfungsi secara normal. Kelainan fungsi ginjal ini dikenal sebagai asidosis tubulus renalis (ATR) atau rhenal tubular acidosis (RTA), yang bisa terjadi pada penderita gagal ginjal atau penderita kelainan yang mempengaruhi kemampuan ginjal untuk membuang asam.

8.      Untuk mencegah dehidrasi lebih lanjut maka tubuh memberikan sinyal berupa apa?
a.      Rasa lapar
b.      Rasa haus
c.       Kejang
d.      Rasa lemas
e.      Rasa panas
Pembahasan :
Dehidrasi, terjadi jika cairan yang dikeluarkan oleh tubuh melebihi cairan yang masuk. Namun karena mekanisme yang terdapat pada tubuh manusia sudah sangat unik dan dinamis maka tidak setiap kehilangan cairan akan menyebabkan tubuh dehidrasi. Rasa haus akan serta merta muncul bila keseimbangan cairan dalam tubuh mulai terganggu (saat air yang hilang lebih banyak daripada air yang masuk). Tubuh akan menghasilkan hormon ADH guna mengurangi produksi kencing oleh ginjal. Tujuan akhir dari mekanisme ini adalah mengurangi sebanyak mungkin kehilangan cairan saat keseimbangan cairan tubuh terganggu. Dehidrasi dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.
Respon awal tubuh terhadap dehidrasi biasanya berupa rasa haus dan penurunan produksi kencing, air seni akan tampak lebih pekat dan berwarna gelap.
Jika dibiarkan maka tubuh akan masuk ke kondisi selanjutnya yaitu; mulut kering, berkurangnya air mata, berkurangnya keringat, otot kaku, mual dan muntah, kepala terasa ringan terutama saat berdiri.
Selanjutnya tubuh dapat jatuh ke kondisi dehidrasi berat yang gejalanya berupa gelisah dan lemah lalu koma dan kegagalan multi organ. Bila ini terjadi maka akan sangat sulit untuk menyembuhkan dan dapat berakibat fatal.

9.      Berupa apakah respon ginjal terhadap dehidrasi?
a.      Natriuresis
b.      Diuresis
c.       Reabsorbsi natrium
d.      Penurunan pengeluaran aldosteron
e.      Pengeluaran glukosa

Referensi :
·         Kuliah dan slide “Cairan Tubuh dan Elektrolit” oleh dr. RatnaIndriawati, M.Kes

10.  Pada dehidrasi maka cairan yg tepat diberikan adalah
a.      Aquades
b.      Mengandung elektrolit
c.       Mengandung gula saja
d.      Mengandung asam
e.      Mengandung vitamin
Pembahasan : pada larutan elektrolit
-          dpt mengatasi ketidakseimbangan yg terjadi
-          menambah volume plasma (cairan infus)
-          menggantikan Na yg hilang
-          menyediakan air bagi sel & membantu membuang produk sisa metabolisme

11.  Dehidrasi akan menghasilkan sinyal haus ke
a.      Jantung
b.      Hepar
c.       Otak besar
d.      Hipothalamus
e.      Cerebellum
Pembahasan :Pusathaus hypothalamus dipicuoleh
- Penurunan volume plasma 10-15%
- Kenaikanosmolalitas plasma 1-2%

12.  Kation yg paling banyak terdapat dalam sel (intra sel)
a.      K
b.      Na
c.       Ca
d.      Mg
e.      H

13.  Kation terbanyak di ekstrasel
a.      Kalium
b.      Na
c.       Mg
d.      Ferrum
e.      Kalsium
Pembahasan no 3 dan 4:
I.Kation. (Ion-ion positif.)
KOMPAR-TEMEN
KETE-RANGAN
CAIRAN
ELEK-TROLIT
KADAR PLASMA (mEq/L)
KADAR C15 (mEq/L)
FUNGSI
Ekstraseluler
Cairan luar sel
Cairan ekstrasel
- Natrium
(Na+)
135-145
10
1. Menciptakan tekanan Osmotif (CES), Kation terbanyak dalam CES.
2. Sangat penting untuk aktifitas listrik saraf dan sel-sel otot.
3. Mempertahan keseimbangan air
Intraseluler
Cairan dalam sel
Cairan inarsel
- Kalium
(K+)
3,6-5,0
141
1. Menciptakan tekanan Osmotif cairan intraseluler, kation terbanyak dalam CIS.
2. Sangat penting untuk aktifitas listrik saraf dan sel-sel otot.
3. Pembentukan glukogen.
4. Membantu keseimbangan asam basa.



- Kalsium
(Ca2+)
4-5
1
1. Sebagian besar (98%) ditemukan pada tulang dan gigi.
2. Mempertahankan eksitabilitas saraf dan sel-sel otot.
3. Sangat penting untuk pembentukan darah.
4. Untuk konduksi jaringan yang adekuat.
Intraseluler
Cairan dalam sel
Cairan intra sel
- Magne
sium
(Mg2+)
1,5-2,5
58
1. Sebagian besar (50%) ditemukan pada tulang.
2. Lebih banyak dari CIS dan CES.
3. Sangat penting untuk prosuksi ATP, aktifitas saraf serta sel-sel otot.
4. Aktifitas Enzim.

II. Anion. (Ion-ion negatif.)
KOMPAR-TEMEN
KETE-RANGAN
CAIRAN
ELEK-TROLIT
KADAR PLASMA (mEq/L)
KADAR C15 (mEq/L)
FUNGSI
Intraseluler
dan
Ekstraseluler
Cairan dalam sel
Cairan luar sel
Intrasel
Ekstrasel
a. Klorida
(Cl־)
95-108
4
1. Anion terbanyak dalam CES, mudah berdifusi keluar dan masuk sel, membantu mengatur tekanan osmotik
2. Bagian HCL dalam cairan lambung.



b. Bikarbonat
(HCO3־)
21-28
10
1. Bagian sistem dapat bikarbonat.
2. Keseimbangan asam basa.



c. Fosfat
(HpO42־)
1,7-2,6
75
1. Sebagian besar (85%) ditemukan pada tulang dan gigi.
2. Terutama anion CIS.
3. Bagian DNA, RNA, ATP fosfolipid.
4. Bagian sistem dapat fosfat.
5. Membantu pengaturan asam basa.



d. Sulfat
(SO42־)
1
2
1. Bagian asam amino dan protein.


14.  Tanda syok diantaranya
a.      Ujung kaki dan tangan dingin
b.      Keringat banyak keluar
c.       Denyut nadi lambat
d.      Kesadaran tetap terjaga
e.      Tekanan darah meningkat
Pembahasan :  Manifestasi spesifik syok :
·         Kulit yg dingin dan lembab
·         Pucat
·         Peningkatan denyut jantung dan pernafasan
·         Penurunan drastis tekanan darah

15.  Yg termasuk cairan interstitisial
a.      Plasma darah
b.      Cairan cerebrospinal
c.       Cairan limfe
d.      Cairan pleura
e.      Cairan synovial
         Pembahasan :CairanEkstrasel (CES) terbagi menjadi
       - cairan intra vaskuler : ex: plasma
       -  Cairanekstravaskuler/cairanintertisial : cairan yg mengelilingi sel, ex : lymfe
- Cairan transselular : dikeluarkan oleh sel epitelial, ex : cerebrospinal, pleura, peritoneal, synovial

16.  Organ yg ikut mengatur keseimbangan cairan tubuh
a.      Otak
b.      Hepar
c.       Ginjal
d.      Mata
e.      Limfa
Pembahasan :ginjal merupakan pengendali utama terhadap kadar elektrolit dan cairan. Total body water dan konsentrasi elektrolit sangat ditentukan oleh ‘apa yg disimpan ginjal’

17.  Pembuangan air dr tubuh dpt melalui
a.      Paru-paru
b.      Ginjal
c.       Kulit
d.      Usus
e.      Semua benar
Pembahasan :CairanKeluar : - Urine (60%)
- feces (4%)
                                                - Insensible losses (28%)
- keringat (8%)

18.  Asidosis adalah kondisi tubuh
a.      pH <7,35
b.      pH >7,45
c.       kelebihan ion bicarbonat
d.      kekurangan ion H+
e.      kelebikan O2
Pembahasan : asidosis adalah keadaan dimana keadaan asam pada darah, biasanya pH pada asidosis berada di bawah pH normal sedangkan pH darah normal manusia adalah 7,35-7,45

Sumber :
PATOFISIOLOGI Edisi 4 Sylvia A. Price, Lorraine M. Wilson
powerpoint dosen