Rabu, 29 Oktober 2014

SKENARIO 3 PART 1


by : Ve

Skenario :
Bayi berusia 9 bulan dirujuk karena belum dapat duduk sendiri, anak baru bisa berguling dari posisi tengkurap ke terlentang. Anak ini kadang menggumam tetapi belum dapat mengeluarkan suara konsonan. Anak ini tampak tidak berorientasi pada wajah orang yang dikenalnya walaupun dia tersenyum spontan. Anak ini belum dapat meraih mainannya sendiri. Orang tuanya juga melaporkan bahwa anak ini makan dengan sangat lambat, membutuhkan waktu hamper satu jam untuk menghabiskan sebotol susu dan sering tersedak selama minum, anak ini lahir dirumah ditolong bidan, lahir pervaginam dengan usia kehamilan 9 bulan, berat lahir 2100 gram, lingkar kepala dan panjang badan tidak diukur. Pada pemeriksaan fisik, anak ini kurus dengan mikrosefali sebelumnya. Berat saat ini 6,3 kg, panjang badan 65cm, rasio panjang badan dengan berat badan pada persentil 10. Lingkar kepala saat ini 39 cm, jauh di bawah persentil 3 menurut usia (pada persentil 50 untuk usia bayi 3 bulan ). Pada posisi terlentang anak berbaring dengan posisi pinggul abduksi, kadang menendang dengan kedua kakinya, posisi lengan terkulai di samping badan, tetapi tangan kanannya menggenggam jari pemeriksa ketika dilakukan tes palmar. Jika posisi badan diangkat, dia meluruskan kakiknya untuk menunjuk ibu jari kakinya. Anak tersebut menunjukkan tonik reflek yang kuat dan asimetrik. Pemeriksaan fisik selanjutnya tepi bawah hati melebar 2 cm. 
Refleks palmar/grasping
 
 

Bayi baru lahir menggenggam/merenggut jari ibu jika ibu menyentuh telapak tangannya. Genggaman tangan ini sangat kuat hingga ia bisa menopang seluruh berat badan jika ibu mengangkatnya dengan satu jari tergenggam dalam setiap tangannya. Gerakan refleks ini juga terdapat ditelapak kaki yang melengkung saat di sentuh. Gerakan refleks ini hilang setelah beberapa bulan. Ia harus belajar menggenggam dengan sengaja. Menurun setelah 10 hari dan biasanya menghilang setelah 1 bulan. Untuk gerakan kaki berlanjut hingga 8 bulan.
Reflek genggam menghilang pada bayi umur 6-8 bulan, bahkan pada bayi kurang bulan genggaman tersebut juga sudah cukup kuat.

Reflek leher asimetrik tonik


 

                        Refleks ini memang agak sulit terlihat. Meski begitu, bisa Anda amati. Catatan: Refleks ini paling jelas terlihat saat si kecil berusia 2 bulan, namun akan menghilang saat usianya 5 bulan.
Caranya :  baringkan sekecil , lalu miringkan kekiri misalnya .
Reaksi : tangan kiri bayi akan merentang lurus keluar dan tangan kanannya akan menekuk kearah kepala atau muka. lengan dan kakinya akan berekstensi pada sisi tersebut dan lengan yang berlawanan dan kaki fleksi,harus hilang pada usia 3-4 bulan, untuk digantikan dengan posisi simetris dari kedua sisi tubuh.

Usia kehamilan cukup bulan dan Kecil masa Kehamilan / BBLR karena dibawah 2500 gram.
-       Bayi perempuan
PB / U normal 70 cm
BB / U normal 8,25 kg
BB menurut PB normal 7 kg
LK normal 44 cm
-       Bayi Laki-Laki
PB / U normal 72 cm
BB/ U normal 8,9 kg
BB menurut PB normal 7,2 kg
LK normal 45 cm

Berdasarkan DENVER II
Personal social bayi umur 9 bulan normal :
-       Dah dah dengan tangan
-       Menyatakan keinginan
-       Tepuk tangan
-       Makan sendiri
-       Berusaha mencapai mainan (di scenario tidak bisa)
-       Tersenyum spontan (di scenario bisa)
-       Membalas senyum pemeriksa
-       Menatap muka
-       Mengamati tangannya

Motorik halus bayi umur 9 bulan normal :
-       Membenturkan dua kubus
-       Memegang dengan ibu jari dan jari (di scenario menggengam jari pemeriksa)
-       Harus bisa mengambil 2 kubus
-       Memindahkan kubus

Bahasa dan bicara bayi umur 9 bulan normal :
-       Mengucapkan papa/mama spesifik
-       Bisa mengoceh (di scenario hanya vocal ooo/aah)
-       Kombinasi silabel

Motorik kasar bayi umur 9 bulan normal :
-       Bisa bangkit terus duduk
-       Bisa bangkit untuk berpegangan
-       Membalik (di scenario dari posisi tengkurap lalu terlentang)
-       Menumpu beban pada kaki (di scenario meluruskan kakinya ketika posisi badan hendak diangkat)

Diagnosis Banding terhadap kasus di scenario

-       Autisme
Pengertian autism :
Gangguan perkembangan saraf yang kompleks dan ditandai dengan kesulitan dalam interaksi social, komunikasi dan perilaku terbatas, berulang-ulang dan karakter stereotip. Gejala autis muncul sebelum 3 tahun kelahiran anak.

Ciri-ciri autis pada bayi :
Tidak responsive terhadap orang lain, gangguan ketrampilan verbal dan non verbal, serta aktifitas dan minat sangat terbatas. Namun anak autis tidak pernah mengembangkan konsep kerja pikirannya sendiri atau orang lain. Cenderung menganggap orang lain sebagai mahluk asing yang tidak bisa dipahami. Adanya gangguan keterlambatan psikis maupun fisik. Dalam perkembangan seorang anak dapat mengalami Pervasive Developmental Disorder (PDD) atau gangguan perkembangan di tiga aspek yaitu komunikasi, interaksi social dan perilaku.

Terapi autis :
1.       Terapi akupuntur : metode tusuk jarum untuk menstimulasi system pada otak hingga dapat bekerja kembali
2.       Terapi balur : terapi detoksifikasi gas merkuri dengan menggunakan cuka aren campur bawang yang dilulurkan ke kulit.
3.       Terapi anggota keluarga : untuk lebih memperhatikan si anak agar terjalin ikatan emosional yang kuat.
4.       Terapi music : diharapkan getaran gelombang pada music berpengaruh terhadap permukaan membrane otak, dan fungsi indra pendengaran menjadi normal sekaligus merangsang kemampuan bicara.
5.       Terapi autis dengan lumba-lumba : di tubuh lumba-lumba adapotensi yang bisa menyelaraskan saraf motoric dan sensorik penderita autis. Sebab lumba-lumba mempunyai gelombang sonar yang dapat merangsang otak manusia untuk memproduksi energy sehingga dapat membentuk keseimbangan otak kanan dan kiri juga meningkatkan neurotransmitter.

-       ADHD
Pengertian ADHD
ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktifitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktifitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka meletup-letup, aktifitas berlebihan, dan suka membuat keributan.

KLASIFIKASI
-       Pada kriteria DSM-IV terdapat
9 gejala untuk gangguan pemusatan perhatian
6 gejala untuk hiperaktivitas
3 gejala untuk impulsif.
-       Menurut DSM-IV ada 3 subtipe GPPH, yaitu tipe predominan in-atensi, tipe predominan hiperaktif impulsif dan tipe kombinasi.

EPIDEMIOLOGI
Di Amerika Serikat sedikitnya 4% remaja mengalami GPPH dan hal tersebut berhubungan dengan tingginya tingkat morbiditas psikiatri dan kerusakan fungsional. Oleh karena saat ini relatif baru kemunculan dari diagnosis GPPH pada remaja mengakibatkan masih terjadi Underdiagnosed dan Undertreated. Panduan diagnosis GPPH dari American Academy of Pediatrics hanya melingkupi anak yang berusia 6 sampai 12 tahun.
-       Beberapa studi prevalensi GPPH pada anak sekitar 6%-9% telah diketahui bahwa 40% - 70% dari anak  tersebut akan menunjukkan gejala berkelanjutan sampai dengan dewasa. Beberapa studi pada dewasa dengan perilaku penyalahgunaan zat menunjukkan bahwa 15% sampai dengan 25% diantaranya mempunyai ciri GPPH. Pada follow up jangka panjang beberapa studi menunjukkan bahwa anak yang telah didiagnosis GPPH akan memiliki risiko gangguan kepribadian antisosial, penyalahgunaan obat dan depresi yang ditemukan pada fase remaja akhir atau awal masa dewasa.

ETIOLOGI
Etiologi ADHD belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli berpendapat faktor lingkungan dan genetik merupakan penyebab terjadinya ADHD.
Faktor Lingkungan
-       Faktor psikososial yang berpengaruh adalah konflik keluarga, sosial ekonomi keluarga tidak memadai, jumlah keluarga terlalu besar, orang tua kriminal, orang tua dengan gangguan jiwa (psikopat) dan anak yang diasuh pada tempat penitipan anak.
-       Sedangkan riwayat kehamilan yang berpengaruh adalah kehamilan dengan eklamsia, perdarahan antepartum, fetal distress, bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, ibu merokok dan pecandu alkohol sewaktu hamil. Trauma lahir atau hipoksi dapat berdampak injury pada otak lobus frontalis dan menjadi penyebab ADHD. Diduga ADHD ada hubungannya dengan mengkonsumsi gula secara berlebihan dan diet pengurangan gula dapat mengurangi gejala ADHD 5%, sebaliknya mengkonsumsi gula secara berlebihan dapat meningkatkan hiperaktif, tetapi hal ini tidak signifikan.

Faktor Genetik
-       Mutasi gen pengkode neurotransmiter dan reseptor Dopamin (D2 dan D4) padakromosom 11p memegang peranan terjadinya ADHD.Terdapat lima reseptor Dopamin yaitu D1, D2, D3, D4 dan D5, sedangkan yang berperan terhadap ADHD adalah reseptor D2 dan D4.
Neurotransmiter dan reseptor Dopamin pada korteks lobus frontalis dan subkorteks (ganglia basalis) berperan terhadap sistem inhibisi dan memori, sehingga apabila ada gangguan akan terjadi gangguan inhibisi dan memori.
-       Di samping Dopamin, gen pengkode sistem noradrenergik dan serotoninergik terkait dengan patofisiologi terjadinya ADHD. Dua Gen reseptor dopamin dan gen DAT telah diidentifikasi kemungkinan berperan dalam GPPH. Faktor neurologi terlihat berperan dalam onset GPPH.

Belum diketahui dan banyak kontradiksi :
**Faktor Genetik :
Orang tua dengan ADHD Ã  resiko anak ADHD 57% ↑ risiko pada anak kembar dan ↑ gejala ADHD pada saudara kandung. Kelainan gen (“repeater geneDRD4 (+) pada ADHD.
**Teori yang paling kuat :
Ketidakseimbangan / disfungsi NT katekolamin
Uptake dopamine & / atau norepinefrin kurang
Respons positif terhadap obat stimulan mendukung teori ini.

Gangguan Otak dan Metabolism

a.       Trauma lahir atau hipoksia (Hipoksia yaitu kondisi simtoma kekurangan oksigen pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian. Pada kasus yang fatal dapat berakibat koma, bahkan sampai dengan kematian. Namun, bila sudah beberapa waktu, tubuh akan segera dan berangsur-angsur kondisi tubuh normal kembali.) yang berdampak injury pada lobus frontalis di otak.
b.      Pengurangan volume serebrum.
c.       Gangguan fungsi astrosit dalam pembentukan dan penyediaan laktat serta gangguan fungsi oligodendrosit.
-       Beberapa teori yang sering dikemukakan adalah hubungan antara neurotransmiter dopamin dan epinefrina. Teori faktor genetik, beberapa penelitian dilakukan bahwa pada keluarga penderita, selalu disertai dengan penyakit yang sama setidaknya satu orang dalam keluarga dekat. Orang tua dan saudara penderita ADHD memiliki resiko hingga 2- 8 x terdapat gangguan ADHD.
-       Teori lain menyebutkan adanya gangguan disfungsi sirkuit neuron di otak yang dipengaruhi oleh berbagai gangguan neurotransmiter sebagai pengatur gerakan dan control aktifitas diri.
-        
Gejala utama ADHD
1.       Inatensi
2.       Hiperaktif
3.       Impulsive

-       Cerebral Palsy

Cerebral palsy adalah suatu gangguan atau kelainan yang terjadi pada suatu kurun waktu dalam perkembangan anak, di dalam susunan saraf pusat, bersifat kronik dan tidak progresif akibat kelainan atau cacat pada jaringan otak yang belum selesai pertumbuhannya.Walaupun lesi serebral bersifat statis dan tidak progresif, tetapi perkembangan tanda-tanda neuron perifer akan berubah akibat maturasi serebral.
Sekitar 30-50% pasien dengan cerebral palsy memiliki keterbelakangan mental,tergantung pada jenisnya. Namun, Karena kesulitan oromotor, motorik halus, danmotorik kasar, komunikasi pada pasien ini mungkin terganggu dan kapasitas ekspresi intelektual terbatas. Namun, jika cerebral palsy didekati secara multi disiplin, denganterapi fisik, pekerjaan, dan gizi untuk memaksimalkan upaya rehabilitatif, pasiendapat lebih terintegrasi secara akademis dan sosial. Sekitar 15-60% anak dengan cerebral palsy memiliki epilepsi, dan epilepsi lebih sering pada pasien dengan quadriplegia spastik atau retardasi mental.

Jenis-jenis khas dari cerebral palsy adalah sebagai berikut:
a.       Spastic hemiplegia (20-30%) - Cerebral palsy terutama mempengaruhi 1 sisi tubuh, termasuk lengan dan kaki, dengan keterlibatan kelenturan ekstremitas atas lebih dari kelenturan ekstremitas bawah. Jika kedua lengan lebih terlibat daripada kaki, kondisi tersebut dapat diklasifikasikan sebagai hemiplegia ganda.
b.      Spastic diplegia (30-40%) - Cerebral palsy mempengaruhi ekstremitas bawah bilateral lebih dari ekstremitas atas, dalam beberapa kasus, ekstremitas bawah yang hanya terlibat.
c.       Spastic quadriplegia (10-15%) - Cerebral palsy mempengaruhi semua 4 ekstremitas dan tubuh penuh.
d.      cerebral palsy dyskinetic (athetoid, choreoathetoid, dan dystonic) - Cerebralpalsy dengan tanda-tanda ekstra piramidal ditandai dengan gerakan abnormal, hipertonisitas sering terkait.
e.      cerebral palsy Campuran - Cerebral palsy tanpa didominasi kualitas tunggal tonus tertentu, biasanya ditandai dengan campuran komponen kejang.
f.        cerebral palsy hipotonik - Cerebral palsy dengan hipotonia trunkal dan ekstremitas dengan hyper reflexia dan refleks primitif persisten.
g.       monoplegia – Langka, keterlibatan dicatat dalam 1 anggota tubuh, baik lengan atau kaki. Jika pasien memiliki monoplegia, upaya harus dilakukan untuk menyingkirkan penyebab lain dari cerebral palsy.

ETIOLOGI CEREBRAL PALSY
Cerebral palsy dapat terjadi akibat kelainan struktural yang mendasari otak pada awal kehamilan, cedera perinatal, atau setelah melahirkan karena insufisiensi vaskuler, toxin atau infeksi, atau risiko prematuritas. Ini mungkin termasuk kelahiran prematur, kehamilan ganda, pembatasan pertumbuhan intrauterin, jenis kelamin laki-laki, skor Apgar rendah, infeksi intrauterin, kelainan tiroid ibu, stroke prenatal,asfiksia lahir, paparan metil merkuri ibu, dan defisiensi yodium ibu.
Bukti menunjukkan bahwa faktor prenatal mempengaruhi 70-80% kasus cerebral palsy. Dalam kebanyakan kasus, penyebab pastinya tidak diketahui tetapi kemungkinan besar multifaktorial.

Sumber :
Cirianakautis.com
Jevuska.com/artikel kedokteran
Books.google.co.id/pediatric
Terapiautis.com
hippocampus 2012


Senin, 27 Oktober 2014

Scenario 2 Part 2


Author  : Cindra
Trigger
Anamnesis          : usia kehamilan 38 minggu
                                BBL = 200 gram
                                BB saat ini = 6,6 kg
                                PB saat ini = 72 cm
                                Status generalis batas normal
LO
1.    Status nutrisi anak menurut CDC, WHO dan kebutuhan kalori
a.       Berdasarkan CDC
BB actual = 6,6 kg
BB ideal = 9,5 kg (grafik CDC Birth to 36 Months : Girls)

 
Status Gizi           = (BB actual/BB ideal) x 100%
                                = (6,6 / 9,5 ) x 100%
                                = 69,5 % (malnutrisi berat à waterlow 1972 )
Kebutuhan Kalori             = BB ideal x kebutuhan kalori
                                                = 9,5 x 100
                                                = 950 Kkal/ kg BB/hari
b.      Berdasarkan WHO (lihat : Chart z-score WHO Child Growth Standards)
·         PB//Umur     = Normal
·         BB//Umur     = underweight
·         BB//PB           = wasted
·         BMI                 = BB/PB.PB
= 6,6/ 0,72 . 0,72
= 12,73 (wasted)
·         PB//Usia à PB 72 seharusnya pada usia sekitar 9,8 bulan
BB//Usia à usia 9,8 maka BB usia tinggi = 8,4 kg
BB ideal          = (BB/ BB usia tinggi) x 100%
                          = (6,6 x 8,4) x 100%
                          = 78,6 % (malnutrisi sedang à waterlow 1972)
·         Kebutuhan Kalori       = BB usia tinggi x kebutuhan kalori
= 8,4 x 100
= 840 Kkal
2.    Bagaimana penatalaksanaannya
Penanganan untuk anak tersebut kita dasarkan pada kebutuhan dasar anak, yaitu:
a.       kebutuhan fisik biomedik (ASUH)
·         Memperbaiki nutrisi anak dengan memberikan makanan yang memenuhi zat gizi anak. Dan bentuk makanannya disesuaikan dengan umur anak.
·         Melengkapi imunisasi anak 
·         Memperbaiki higene anak.
·         Mendeteksi dini adanya penyakit(kecurigaan ortu penting)
b.      Kebutuhan emosi/kasih sayang (ASIH)
·         Ibu/penggantinya lebih dekat dengan anak dengan mencurahkan kasih sayang dan perhatiannya kepada anak.
c.       Kebutuhan akan stimulasi mental (ASAH)
Ibu harus lebih banyak bicara kepada anak, mengajak bermain, melatih anak duduk,berdiri sesuai dengan umur anak, memberikan permainan yang sesuai dengan umurnya.
Yang terpenting pula adalah memberikan penyuluhan dan edukasi kepada Ibu mengenai tumbuh kembang anak dan kebutuhan anak.
3.    Factor–factor yang mempengaruhi tumbuh kembang
·      FAKTOR GENETIK
Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak. Melalui instruksi genetik yang terkandung di dalam sel telur yang telah dibuahi, dapat ditentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan
·      FAKTOR LINGKUNGAN
Lingkungan Pranatal
-          Gizi ibu pada waktu hamil
Gizi ibu yang jelek sebelum terjadinya kehamilan maupun pada waktu sedang hamil, lebih sering menghasilkan bayi dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) atau lahir mati.
-          Mekanis
Trauma dan cairan ketuban yang kurang dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi yang dilahirkan.
-          Toksin/ zat kimia
Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap zat-zat teratogen. Misalnya obat-obatan anti kanker dsb dapat menyebabkan kelainan bawaan.
-          Endokrin
Hormone-hormon yang mungkin berperan dalam pertumbuhan janin adalah Somatotropin, hormon plasenta, hormon tiroid dan insulin.
-          Radiasi
Radiasi pada janin sebelum umur kehamilan 18 minggu dapat menyebabkan kematian janin, kerusakan otak, mikrosefali atau cacat bawaan lainnya.
-          Infeksi
Infeksi intrauterine yang sering menyebabkan cacat bawaan adalah TORCH>
-          Stress
Stress yang dialami ibu pada waktu hamil dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin antara lain: cacat bawaan dan kelainan kejiwaan.
-          Imunitas
Rhesus ABO inkomtabilitas sering menyebabkan abortus, hidrops fetalis atau lahir mati.
-          Anoksia Embrio
Menurunnya oksigenasi janin melalui gangguan pada plasenta atau tali pusat, menyebabkan BBLR (Berat badan Lahir Rendah)
Lingkungan Post-natal
-          Lingkungan biologis
è Ras/ suku bangsa
Pertumbuhan somatic juga dipengaruhi oleh ras/ suku bangsa.
è Jenis kelamin
Dikatakan anak laki-laki lebih sering sakit dibandingkan anak perempuan.
è Umur
Umur yang paling rawan adalah masa balita, oleh karena pada masa itu anak mudah sakit dan mudah terjadi kekurangan gizi.
è Gizi
Makanan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak, dimana kebutuhan anak berbeda dengan dewasa, karena makanan bagi anak dibutuhkan juga untuk pertumbuhan, diman dipengaruhi oleh ketahanan makanan keluarga.
è Perawatan kesehatan
Perawatan kesehatan yang teratur, tidak saja kalau anak sakit, tetapi pemeriksaan kesehatan dan menimbang anak secara rutin setiap bulan, akan menunjang pada tumbuh kembang anak.
è Kepekaan terhadap penyakit
Dengan memberikan imunisasi, maka diharapkan anak terhindar dari penyakit-penyakit yang sering menyebabkan cacat atau kematian.
-          Faktor fisik
è Cuaca, musim dan keadaan geografis suatu daerah
Musim kemarau yang panjang/ adanya bencana alam, dapat berdampak pada tumbuh kembang anak, antara lain : akibat gagalnya panen, sehngga banyak anak yang kekurangan gizi.
è Sanitasi
Sanitasi lingkungan memiliki peranan penting yang cukup dominan dalam penyediaan lingkungan yang mendukung kesehatan anak dan tumbuh kembangnya.
è Keadaan rumah
Keadaan perumahan yang layak dengan konstruksi bangunan yang tidak membahayakan penghuninya, serta tidak penuh sesak akan menjamin kesehatan penghuninya.
-          Faktor psikososial
è Stimulasi
Anak yang mendapat stimulasi terarah dan teratur akan lebih cepat berkembang dibandingkan anak yang kurang/ tidak mendapat stimulus.
è Stress
Stress pada anak akan berpengaruh pada anak berpengaruh pada tumbuh kembangnya.
è Cinta dan kasih sayang
Salah satu hak anak adalah hak untuk dicintai dan dilindungi. Anak memerlukan kasih sayang dan perlakuan yang adil dari orang tuanya.
è Kualitas interaksi anak dan orang tua
Interaksi timbale balik antara anak dan orang tua, akan menimbulkan keakraban dalam keluarga.
-          Faktor keluarga
è Pekerjaan dan pendapatan keluarga
Pendapatan keluarga yang baik akan menunjang tumbuh kembang anak karena orang tua akan menyediakan segala kebutuhan anak.
è Pendidikan orang tua.
Merupakan salah satu faktor yang penting dalam tumbuh kembang anak.
è Jumlah saudara
Jumlah anak yang banyak pada keluarga yang keadaan sosial ekonominya cukup akan mengakibatkan berkurangnya perhatian dan kasih saying yang diterima anak.
è Stabilitas rumah tangga
Tumbuh kembang anak akan berbeda pada keluarga yang harmonis dibandingkan dengan mereka yang kurang harmonis.
è Kepribadian orang tua
Kepribadian orang tua yang terbuka tentunya berpengaruh berbeda tehadap tumbuh kembang anak, bila dibandingkan dengan mereka yang yang kepribadiannya tertutup
4.    BBLR
*    Definisi bayi baru lahir
Bayi baru lahir disebut juga dengan neonates merupakan individu yang sedang bertumbuh dan baru saja mengalami trauma kelahiran serta harus dapat melakukan penyesuaian diri dari kehidupan intrauterine ke kehidupan ekstrauterin.(dewi Vivian, 2010)
BBL adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu, memiliki berat lahir 2500 gram sampai 4000 gram. Bayi baru lahir dapat dilahirkan melalui 2 cara, secara normal melalui vagina atau melalui operasi cesar. Bayi baru lahir harus mampu beradaptasi dengan lingkungan yang baru karena setelah plasentanya dipotong maka tidak ada lagi asupan makanan  dari ibu selain itu kondisi bayi baru lahir masih rentan terhadap penyakit. Karena itulah bayi memerlukan perawatan yang insentif. Jagalah kebersihan bayi dan berikan nutrisi yang cukup kepada bayi melalui ASI.
*    Definisi BBLR
Berat badan lahir rendah (BBLR) ialah bayi lahir yang berat lahirnya saat kelahiran kurang dari 2500 gram atau sampai dengan 2449 gram. (Prawirohardjo, Sarwono, 2006)
Bayi berat lahir rendah adalah bayi yang lahir dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa kehamilan. Berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 jam setelah lahir. Unuk keperluan bidan di desa berat lahir masih dapat diterima apabila dilakukan penimbangan dalam 24 jam pertama ( Depkes RI, 2009)
*    Prognosis BBLR
Prognosis bayi berat lahir rendah ini tergantung dari berat ringannya masalah perinatal, misalnya masa gestasi (makin muda masa gestasi/ makin rendah berat bayi makin tinggi angka kematian), asfiksia / iskemia otak, sindroma gangguan pernafasan, perdarahan intraventrikuler, dysplasia bronkopulmonal, retrolental fibroplasias, infeksi, gangguan metabolic (asidosis, hipoglikemia, hiperbilirubinemia ). Prognosis ini juga tergantung dari keadaan sosial ekonomi, pendidikan orang tua dan perawatan pada saat kehamilan, persalinan dan postnatal (pengaturan suhu lingkungan, resusitasi, makanan, mencegah infeksi, mengatasi gangguan pernapasan, asfiksia, hiperbillirubinemia, hipoglikemia, dan lain-lain.(Prawihardjo, Suwarna, 2005)
*    Etiologi
Penyebab BBLR sangat kompleks. BBLR dapat disebabkan oleh kehamilan kurang bulan, bayi kecil untuk masa kehamilan atau kombinasi keduanya. Bayi kurang bulan adalah bayi yang lahir sebelum umur kehamilan 37 minggu. Sebagian bayi kurang bulan belum siap hidup diluar kandungan dan mendapatkan kesulitan untuk mulai bernapas, menghisap, melawan infeksi dan menjaga tubuhnya agar tetap hangat.( Depkes RI, 2009)
*    Prinsip Dasar BBLR
Bayi berat lahir rendah (BBLR) ialah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500 gram (sampai dengan 2499 gram). Berkaitan dengan penanganan dan harapan hidupnya, bayi berat lahir rendah dibedakan dalam:
·         Bayi berat lahir rendah (BBLR) berat lahiR  1500-2500 gram
·         Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR), berat lahir < 1500 gram
·         Bayi berat lahir ekstrem rendah (BBLER), berat lahir< 1000 gra (Prawirohardjo, 2002)
Penyebab BBLR terdiri dari beberapa factor
a.       Faktor ibu
Penyakit
Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya BBLR diantaranya  : hipertensi dan ginjal yang kronik, penderita diabtes mellitus yang berat, toksemia, hipoksia ibu ( tinggal didaerah pegunungan, hemoglobinopati, penyakit paru kronik ) anemia berat, pre-eklampsia, infeksi selama kehamilan ( infeksi kandung kemih), hepatitis, IMS, HIV/AIDS, malaria.( Depkes RI, 2009)
Kebiasaan ibu
Kebiasaan ibu yang dapat menyebabkan terjadinya BBLR diantaranya perokok, peminum alkohol, pekerja berat, dan pengguna obat terlarang.( Depkes RI, 2009)
Rokok merupakan bentuk penyalahgunaan yang sering dilakukan. Insidensi perempuan hamil yang merokok sekitar 16,3 – 52%, tergantung populasi yang diteliti (Sarwono, 2006).
Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia berbeda yang dilepaskan ke dalam udara sebagai partikel dan gas. Fase partikulat asap rokok termasuk nikotin, "tar" (itu sendiri terdiri dari banyak bahan kimia), benzena dan benzo. Fase gas termasuk karbon monoksida, amonia, dimethylnitrosamine, formaldehida, hidrogen sianida dan akrolein. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Cancer Institute pada bulan November 2001 dilaporkan ada 69 karsinogen diketahui atau lebih dalam asap rokok (Barry, 2004).
Merokok selama hamil berkaitan dengan keguguran, perdarahan vagina, kelahiran prematur, dan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Kejadian BBLR pada ibu perokok adalah dua kali lipat dibanding yang bukan perokok dan perokok ringan (<5 rokok sehari) dikaitkan dengan peningkatan kejadian BBLR. Secara keseluruhan tingkat kejadian BBLR adalah 8,8% untuk kelahiran perokok dan 4,5% untuk kelahiran bukan perokok. Di antara perokok, tingkat BBLR terus meningkat dengan meningkatnya konsumsi rokok (Ventura, et al., 2003).
Usia Ibu dan Paritas Ibu
Angka kejadian BBLR tertinggi ditemukan pada bayi yang dilahirkan oleh ibu-ibu dengan usia <20 dan  >35 tahun, selain itu jarak kehamilan yang terlalu pendek ( kurang dari 1 tahun ) juga mempengaruhi terjadinya BBLR. (Depkes RI, 2009 ).
Status Ekonomi Ibu
Status ekonomi ibu juga sangat berpengaruh terhadap penyebab terjadinya BBLR antara lain: keadaan ibu yang sangat miskin, beratnya kurang, dan status gizinya kurang.( Depkes RI, 2009 ).
Umur Kehamilan
Menurut Teori Prawirohardjo tahun 2005 makin rendah masa gestasi dan makin kecil bayi yang dilahirkan makin tinggi morbiditas dan mortalitasnya.
Faktor uterus dan plasenta
kelainan pembuluh darah (hemangioma), insersi tali pusat yang tidak normal, uterus bikornis, infark plasenta, transfuse dari kembar yang satu ke kembar yang lain, sebagian plasenta lepas.( Prawirohardjo, Sarwono, 2005 ).
Faktor janin
Bayi ganda, kelainan kromosom, cacat bawaan, infeksi dalam kandungan ( toksoplasmosis, rubella, sitomegalovirus, herpes, sifilis ; TORCH ). ( Prawirohardjo, Sarwono, 2005 ).

Selain itu juga ada faktor janin lain yang dapat menyebabkan BBLR adalah :
Premature
Bayi prematur adalah suatu proses kelahiran bayi sebelum usia kehamilan 37 minggu atau sebelum 3 minggu dari waktu perkiraan persalinan
Hidramnion
Hidramnion adalah jumlah air ketuban melebihi 2000 cc sering terjadi pada kehamilan kembar. Pada kehamilan kembar, janin dengan jantung kuat mengakibatkan hidramnion karena pengeluaran air kencingnya lebih banyak.
Kelainan Kromosom