Senin, 03 Desember 2012

Scenario 2 Blok 9 Part 1



Author : Nova

DIARE

Definisi
Diare adalah kehilangan banyak cairan dan elektrolit melalui tinja. Diare juga didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang BAB-nya dengan atau ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja melembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dari 3Xsehari, buang air tersebut bisa disertai lendir atau bahkan pada darah (biasanya pada diare akut).
Gejala dan Tanda-tanda diare
Muntah-muntah, badan lesu atau lemah, panas, tidak nafsu makan, peningkatan rasa haus, sakit perut, flu, nyeri otot atau kejang, sakit kepala.

Jenis Diare
-          Diare akut, berlangsung kurang dari 14 hari.
-          Diare kronis, berlangsung lebih dari 15 hari, misalnya diare 3 hari lalu berhenti 2 hari lalu diare lagi kadang malah diselingi susah BAB
-          Diare persisten, berlangsung lebih dari 30 hari

Penyebab diare
A.      Faktor Infeksi : Karena adanya infeksi pada saluran pencernaan maupun diluar alat pencernaan.
a.       Infeksi enteral yaitu infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab diare yang utama pada anak sebagai berikut :
·         Infeksi bakteri : vibrio, E colli, salmonela, shigella, campilobacter, v.cholerae dan sebagainya.
·         Infeksi virus : entovirus (virus echo, coxsackie, poliomielitis).
·         Infeksi parasit : cacing (ascaris, trichuris, oxyuris, strongyloides)
b.      Infeksi parental adalah infeksi diluar alat pencernaan makanan seperti : otitis media akut, tonsilitis, bronkopneumonia, ensefalitis dan sebagainya
B.      Faktor Malabsorsi : Malabsorsi karbohidrat disakarida
C.      Faktor makanan : Makanan yang basi, makanan yang mengandung racun, atau karena alergi terhadap makanan tertentu, makanan dan minuman yang basi ataupun yang menggunakan zat pewarna yang berlebihan
D.     Faktor psikologis : Rasa takut dan cemas (stress), faktor ini cenderung terjadi pada orang dewasa dan jarang terjadi pada anak/balita

Faktor-faktor lain penyebab diare
-          Irritable bowel syndrome, adanya perubahan gaya hidup terutama dalam hal pola makan sehingga menyebabkan kram, kembung, diare, dan ketidaknyaman pada perut
-          Penyakit usus inflamasi, berkurangnya kemampuan penyerapan nutrisi pada makanan yang terjadi dalam sistem pencernaan manusia karena adanya ganggun seperti peradangan usus
-          Penyakit celliac, ketika orang-orang dengan penyakit ini, sistem kekebalan tubuh mereka menyerang lapisan usus mereka
-          Kondisi lain seperti diabetes, hipertiroid, dan ganggun pankreas juga dapat menjadi penyebab diare

Diagnosis
-          Anamnesis : waktu, karakteristik, faktor pemberat, faktor yang berhubungan
-          Pemeriksaan fisik : tanda dehidrasi (kulit kering, mulut kering, nadicepat, kelemahan, turgor), suhu badan
-          Laboratorium : pemeriksaan tinja baik makroskopik maupun mikroskopik harus dilakukan untuk menentukan diagnosis yang pasti. Secara makroskopik harus diperhatikan bentuk, warna tinja, ada tidaknya darah, lendir, pus, lemak dan lain-lain. Secara mikroskopik ada tidaknya lekosit, eritrosit, telur cacing, parasit, bakteri dan lain-lain. Selain pemeriksaan tinja perlu diperiksa darah misalnya pada sindroma malabsorpsi.
-          Endoskopi : Pemeriksaan endoskopik sebaiknya dikerjakan sebagai pekerjaan rutin pada setiap penderita diare. Lebih-lebih lagi setelah ditemukan colon fibrescope maka akan mempermudah dalam membuat diagnose. Tapi setidaknya pemeriksaan rektosigmoidoskopik perlu dikerjakan. Bila ditemukan suatu kelainan misalnya dicurigai ada keganasan, maka sebaiknya dilakukan operasi.
-          Radiologi : Penderita sering menderita diare yang hilang timbul misalnya kolitis ulserativa, regional enteritis. Untuk menegakkan diagnosa perlu diperiksa secara radiologi

Terapi alternatif untuk diare

-          Rencana terapi A (Terapi diare tanpa dehidrasi di rumah), dalam tatalaksana diare di rumah : berikan anak lebih banyak cairan daripada biasanya untuk mencegah dehidrasi. gunakan cairan rumah tangga yang dianjurkan, seperti oralit, makanan yang cair (sup, air tajin). Beri tablet ZINC

-          Rencana terapi B (Terapi diare dengan dehidrasi ringan/sedang). Pada dehidrasi ringan, sama seperti rencana terapi A diberikan oralit, tablet zinc, cairan rehidrasi oral yang diberikan dengan pemantauan

-          Rencana terapi C (Untuk diare dengan dehidrasi berat)

Terapi intravena ringer laktat, obat-obat yang sering dikombinasikan dengan oralit pada diare akut adalah tetrasiklin, trimetoprim, metronidazol


Referensi :
-          IPD edisi 5 chapter I dan III;
-          Gastroenterologi sujono hadi;
-          MISC 2010.

Author : Nova

Tidak ada komentar:

Posting Komentar