Selasa, 18 November 2014

Skenario 1 Blok 3

Author : Diani Susanti, Gupita Permata Agni

SKENARIO
            Seorang anak ditepuk dibagian kaki oleh ibunya, agar segera bangun karena waktu sudah menunjukkan jam 6 pagi, dia kaget dan terbangun. Kemudian dia bersiap-siap karena jam 8 pagi akan ujian dikampus. Biasanya anak tersebut bisa bangun dengan sendirinya. Anak tersebut belajar sampai larut malam pada malam sebelumnya.
·         Masalah yang didapat adalah

1.      Klasifikasi sistem saraf yang ada pada manusia?
2.      Bagaimana Mekanisme sistem saraf manusia?
3.      Gerak sadar dan gerak Refleks?
4.      Mekanisme tidur yang berhubungan dengan sistem saraf?
5.      Efek dari belajar sampai larut malam?
6.      Bagaimana klasifikasi indera somatik?
7.      Apa saja jenis reseptor taktil?

·         PEMBAHASAN

1.      Klasifikasi sistem saraf yang ada pada manusia
Unit terkecil dari sistem saraf manusia ada sel saraf (Neuron).
Sel saraf tersusun oleh : Badan sel (perikaryion), dendrit, akson.
Ø  Badan Sel :  merupakan bagian sel saraf yang mengandung nukleus (inti sel) dan tersusun pula sitoplasma yang bergranuler dengan warna kelabu. Di dalamnya juga terdapat membran sel, nukleolus (anak inti sel), dan retikulum endoplasma. Retikulum endoplasma tersebut memiliki struktur berkelompok yang disebut badan Nissl.
Ø  Dendrit : Pada badan sel terdapat bagian yang berupa serabut dengan penjuluran pendek.Dendrit memiliki struktur yang bercabang-cabang (seperti pohon) dengan berbagai bentuk dan ukuran. Fungsi dendrit adalah menerima impuls (rangsang) yang datang dari reseptor. Kemudian impuls tersebut dibawa menuju ke badan sel saraf.
Ø  Akson : Badan sel juga terdapat penjuluran panjang dan kebanyakan tidak bercabang.Akson berperan dalam menghantarkan impuls dari badan sel menuju efektor, seperti otot dan kelenjar. Walaupun diameter akson hanya beberapa mikrometer, namun panjangnya bisa mencapai 1 hingga 2 meter.
Supaya informasi atau impuls yang dibawa tidak bocor (sebagaiisolator), akson dilindungi oleh selubung lemak yang kemilau. Kita bisa menyebutnya selubung mielin. Selubung mielin dikelilingi oleh sel-sel Schwan. Selubung mielin tersebut dihasilkan oleh sel-sel pendukung yang disebut oligodendrosit. Sementara itu, pada akson terdapat bagian yang tidak terlindungi oleh selubung mielin. Bagian ini disebut nodus Ranvier, yang berfungsi memperbanyak impuls saraf atau mempercepat jalannya impuls.
a)      Berdasarkan fungsinya saraf dibedakan menjadi 3  bagian
-          Neuron Sensorik
ð  Merupakan neuron yang memiliki badan sel yang bergerombol membentuk simpul saraf atau ganglion. Fungsi dari neuron sensorik adalah meneruskan impuls (rangsangan) dari reseptor menuju saraf pusat (otak dan medula spinalis ). Disebut juga neuron indra.
-          Neuron motorik
ð  Merupakan neuron yang meneruskan  impuls dari sistem saraf pusat ke otot dan kelenjar yang akan melakukan respon tubuh. Disebut juga neuron penggerak.
-          Interneuron atau Neuron Adjustor
ð  Merupakan penghubung antara neuron sensorik dan neuron motorik yang terletakan pada otak dan medulla spinalis. Disebut juga dengan neuron konektor.

2.      Mekanisme sistem saraf manusia
            Rangsang yang terjadi harus adanya suatu impuls. Impuls adalah sel-sel saraf yang bekaerja secara kimia.  Impuls adalah arus listrik yang timbul akibatnya adanya rangsangan. Sel saraf yang sedang tidak aktif mempunyai potensial listrik yang disebut potensial istirahat. Jika ada rangsang, misalnya sentuhan, potensial istirahat berubah menjadi potensial aksi. Potensial aksi merambat dalam bentuk arus listrik yang disebutimpuls yang merambat dari sel saraf ke sel saraf berikutnya sampai ke pusat saraf atau sebaliknya. Selain adanya impuls, sel-sel saraf juga bekerja secara bersama-sama. Pada saat datang rangsang, impuls mengalir dari satu sel saraf ke sel saraf penghubung, sampai ke pusat saraf atau sebaliknya dari pusat saraf ke sel saraf terus ke efektor.
            Hubungan antara dua sel saraf disebut sinapsis.Jika impuls sampai ke bongkol sinaps pada bongkol sinaps akan disintesis zat penghubung atau neurotransmiter, misalnya zat asetilkolin.Dengan zat transmiter inilah akan terjadi potensial aksi pada dendrite yang berubah menjadi impuls pada sel saraf yang dihubunginya. Setelah itu, asetilkolin akan segera tidak aktif karena diuraikan oleh enzim kolin esterase menjadi asetat dan kolin. Sistem saraf mengirimkan sinyal-sinyal listrik yang sangat kecil dan bolak-balik, dengan membawa informasi dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Ada dua cara yang dilakukan neuron sensorik untuk menghantarkan impuls tersebut, yakni melalui membran sel atau membran plasma dan sinapsis.
§  Penghantaran Impuls Saraf melalui Membran Plasma
            Di dalam neuron, sebenarnya terdapat membran plasma yang sifatnya semipermeabel. Membran plasma neuron tersebut berfungsimelindungi cairan sitoplasma yang berada di dalamnya. Hanya ion-ion tertentu akan dapat bertranspor aktif melewati membran plasmamenuju membran plasma neuron lain.Apabila tidak terdapat rangsangan atau neuron dalam keadaan istirahat, sitoplasma di dalam membran plasma bermuatan listrik negatif, sedangkan cairan di luar membran bermuatan positif. Keadaan yang demikian dinamakan polarisasi atau potensial istirahat. Perbedaan muatan ini terjadi karena adanya mekanisme transpor aktif yakni pompa natrium-kalium. Konsentrasi ion natrium (Na+) di luar membrane plasma dari suatu akson neuron lebih tinggi dibandingkan konsentrasi di dalamnya. Sebaliknya, konsentrasi ion kalium (K+) di dalamnya lebih besar daripada di luar. Akibatnya, mekanisme transpor aktif terjadi pada membran plasma.Kemudian, apabila neuron dirangsang dengan kuat, permeabilitas membran plasma terhadap ion Na+ berubah meningkat. Peningkatan permeabilitas membran ini menjadikan ion Na+ berdifusi ke dalam membran, sehingga muatan sitoplasma berubah menjadi positif. Fase seperti ini dinamakan depolarisasi atau potensial aksi.Sementara itu, ion K+ akan segera berdifusi keluar melewati membrane Fase ini dinamakan repolarisasi. Perbedaan muatan pada bagian yang mengalami polarisasi dan depolarisasi akan menimbulkan arus listrik. Kondisi depolarisasi ini akan berlangsung secara terus-menerus, sehingga menyebabkan arus listrik. Dengan demikian, impuls saraf akan terhantar sepanjang akson. Setelah impuls terhantar, bagian yang mengalami depolarisasi akan meng alami fase istirahat kembali dan tidak ada impuls yang lewat. Waktu pemulihan ini dinamakan fase refraktori atau undershoot.
Sumber : Bahan Kuliah Dra. Idiani Dharmawati, M.Kes (Jumat, 14 November 2014)
3.      Gerak sadar dan gerak Refleks
            Sistem saraf pusat meliputi otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (Medula spinalis). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting  maka perlu perlindungan. Walaupun otak dan sumsum tulang belakang mempunyai materi sama tetapi susunannya berbeda. Pada otak, materi kelabu terletak di bagian luar atau kulitnya (korteks) dan bagian putih terletak di tengah. Pada sumsum tulang belakang bagian tengah berupa materi kelabu berbentuk kupu-kupu, sedangkan bagian korteks berupa materi putih.
Sumber : 2010/06/sistem-saraf-sadar.pdf
Terjadinya Gerak Biasa Dan Gerak Refleks
Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan 4
penghantaran impuls oleh saraf. Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus
dilaksanakan oleh efektor. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk.
Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut. Sumber : 2013/11/SISTEM-SARAF.pdf

4.      Mekanisme tidur yang berhubungan dengan sistem saraf
            Setelah beraktifitas sepanjang hari tentunya fungsi-fungsi tubuh seluruh tubuh kita sudah melemah, seperti aliran darah, aliran getah bening, sistem saraf, dan sekresi internal. Untuk mengembalikan fungsi-fungsi tubuh kita cara yang terbaik adalah dengan istirahat dan tidur.Menurut Kamus besar Bahasa Indonesia, tidur didefenisikan : berbaring-baring (untuk melepaskan lelah dsb). Tidur didefinisikan sebagai suatu keadaan bawah sadar dimana seseorang  tersebut dapat dibangunkan dengan pemberian rangsangan sensorik atau dengan rangsang lainnya.  Tidur berbeda dengan koma, koma merupakan keadaan bawah sadar dimana seseorang tersebut tidak bisa dibangunkan. 
Ada 2 tipe tidur, setiap malam seseorang mengalami dua tipe yang yang saling bergantian satu sama lain,  Tipe 1 disebut tidur gelombang lambat dan tipe 2 tidur dengan gerakan mata cepat mata (REM sleep). Setiap malamnya, sebagia besar masa tidur terdiri atas gelombang lambat yang bervariasi, yakni tidur yang nyenyak/dalam, istirahat/ketenanagan yang dialami seseorang pada jam-jam pertama tidur seseudah terjaga selama berberapa jam sebelumnya.
§  Tidur gelombang lambat
Tahapan tidur ini begitu tenangnya dan daapt dihubungkan dengan penurunan tonus pembuluh darah perifer dan fungsi-fungsi vegetatif tubuh lainya. Selain itu, tekanan darah, frekuensi pernafasan, dan kecepatan metabolisme basal akan berkurang 10  sampai 30 persen. Selama tidur gelombang lambat, tidak terjadi konsilidasi mimpi dalam ingatan.
§  Tidur REM
Tidur REM merupakan tipe tidur dimana otak benar-benar dalam keadaan aktif. Namun, aktivitas otak tidak disalurkan kearah yang sesuai agar orang itu tanggap penuh terhadap keadaan sekelilingnya dan kemudian terbangun.
Salah satu cirinya adalah pada tahap REM biasanya orang lebih sukar dibangunkan dari pada waktu tahap tidur gelombang lambat, walaupun telah diberi rangsangan sensorik, dan ternyata orang-orang terbangun dipagi hari sewaktu periode tidur REM, dan bukan pada waktu tidur gelombang lambat.  Diduga penyebab tidur adalah proses penghambatan aktif.  Teori lain yang  menyatakan bahwa area eksitatoris pada batang otak bagian atas, yang disebut sistem aktivasi  retikuler, mengalami kelelah yang setelah seharian terjaga dan karena itu menjadi aktif.
Efek Fisiologik Tidur
Keadaan tidur menyebabkan timbulnya dua macam efek fisologik utama : pertama, efek pada sarafya sendiri dan efek pada struktur tubuh lainnya. Berkurangnya keadaan tidur tentu sajaakan mempengaruhi fungsi sistem saraf pusat.
Sumber : Fisiologi Kedokteran (Guyton & Hall) halaman : 945

5.      Efek dari belajar sampai larut malam
                        Efek dari belajar sampai larut malam pada sistem saraf adalah terganggunya waktu tidur yang seharusnya 30% dari waktu 24 jam atau sekitar 6-8 jam. jumlah tidur yang cukup, penting bagi kesehatan mentaldan fisik, fungsi kognitif, memori dan belajar. Syarat tidur untuk orang dewasa bervariasi, tetapi 6'5 jam per hari dianggap normal untuk orang dewasa.Telah dilaporkan bahwa kurang tidur dapatmenyebabkan ketidakstabilan emosional, kehilangan memori, danpenurunan konsentrasi. Berbagai penelitian telah dilakukan danhasilnya menunjukkan bahwa kurang tidur berpengaruh padaprestasi akademik siswa dan juga menyebabkan gangguan suasanahari, ketiakpuasan beraktivitas, mengantuk, obesitas dan penurunanfungsi kognitif

6.      Klasifikasi Indera Somatik
Klasifikasi indera somatik ada 3 yaitu :
·         Indera somatik mekanoreseptif yang meliputi sensasi taktil dan posisi yang dirangsang oleh pemindahan secara mekanis beberapa jaringan tubuh
·         Indera termoreseptif yaitu yang mendeteksi panas dan dingin
·         Indera rasa nyeri yang diaktifkan oleh setiap faktor yang merusak jaringan
Klasifikasi lain sensasi somatik yaitu :
·         Sensasi eksteroreseptif yang berasal dari permukaan tubuh
·         Sensasi proprioreseptif yang berhubungan dengan keadaan fisik tubuh, meliputi sensasi posisi, sensasi tendon dan otot, ensasi tekan yang berasal dari telapak kaki dan sensasi keseimbangan
·         Sensasi viseral merupakan sensasi yang berasal dari organ visera tubuh (sensasi dari organ dalam tubuh)
·         Sensasi dalam merupakan sensasi yang berasal dari organ-organ dalam seperti fasia,otot, dan tulang. Sensasi ini meliputi tekanan “dalam”,nyeri, dan getaran

7.      Reseptor Taktil
Reseptor taktil terdapat paling sedikit 6 jenis yaitu :
·         Ujung saraf bebas, yang banyak dijumpai di semua bagian kulit dan jaringan-jaringan lainnya
·         Reeptor raba dengan sensitivitas tinggi, yakni badan meissner yang merupakan juluran ujung saraf berkapsul dari saraf sensorik besar bermielin. Badan ini dapat dijumpai pada bagian kulit yang tidak berambut terutama banyak sekali dijumpai di ujung jari, bibir, dan daerah kulit lain
·         Ujung jari dan bagian lainnya yang banyak mengandung badan meissner biasanya juga mengandung banyak reseptor taktil yang ujungnya meluas
·         Pergerakan sedikit pada rambut tubuh manapun akan merangsang serat saraf yang mengelilingi pangkalnya
·         Di lapisan kulit yang lebih dan juga di jaringan dalam banyak dijumpai ujung ruffini yang berujung banyak, ujungnya berkapsul
·         Badan pacini terletak tepat di bawah kulit dan juga di jaringan fasia tubuh yang lebih dalam. Reseptor ini hanya dapat dirangsang oleh penekanan lokal jaringan yang cepat karena reseptor ini beradaptasi dalam waktu beberapa seperseratus detik.
Sumber : Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Guyton dan Hall


           

















Minggu, 09 November 2014

Skenario 4 Part 2


Author  : Nesya

1.  Definisi, penyebab, gejala, komplikasi, diagnosa, pengobatan dan pencegahan untuk prematuritas (kelahiran prematur)
DEFINISI
Prematuritas adalah suatu keadaan yang belum matang, yang ditemukan pada bayi yang lahir pada saat usia kehamilan belum mencapai 37 minggu. Prematuritas (terutama prematuritas yang ekstrim) merupakan penyebab utama dari kelainan dan kematian pada bayi baru lahir. Beberapa organ dalam bayi mungkin belum berkembang sepenuhnya sehingga bayi memiliki resiko tinggi menderita penyakit tertentu.
PENYEBAB
Penyebab terjadinya kelahiran prematur biasanya tidak diketahui. Lima belas persen dari kelahiran prematur ditemukan pada kehamilan ganda (di dalam rahim terdapat lebih dari 1 janin).
Faktor resiko yang mungkin berperan dalam terjadinya persalinan prematur adalah:
- Kehamilan usia muda (usia ibu kurang dari 18 tahun)
- Pemeriksaan kehamilan yang tidak teratur
- Golongan sosial-ekonomi rendah
- Keadaan gizi yang kurang
- Penyalahgunaan obat.
Masalah pada ibu biasanya berupa:
- Riwayat persalinan prematur pada kehamilan sebelumnya
- Kadar alfa-fetoprotein tinggi pada trimester kedua yang penyebabnya tidak diketahui
- Penyakit atau infeksi yang tidak diobati (misalnya infeksi saluran kemih atau infeksi selaput ketuban)
- Kelainan pada rahim atau leher rahim
- Ketuban pecah sebelum waktunya
- Plasenta previa.
- Pre-eklamsi (suatu keadaan yang bisa terjadi pada trimester kedua kehamilan, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, adanya protein dalam air kemih dan pembengkakan tungkai)
- Diabetes mellitus
- Penyakit jantung.
GEJALA
Gambaran fisik bayi prematur:
* Ukuran kecil
* Berat badan lahir rendah (kurang dari 2,5 kg)
* Kulitnya tipis, terang, dan berwarna pink (tembus cahaya)
* Vena di bawah kulit terlihat (kulitnya transparan)
* Lemak bawah kulitnya sedikit sehingga kulitnya tampak keriput
* Rambut yang jarang
* Telinga tipis dan lunak (lembek)
* Tangisannya lemah
* Kepala relatif besar
* Jaringan payudara belum berkembang
* Otot lemah dan aktivitas fisiknya sedikit (seorang bayi prematur cenderung belum memiliki garis tangan atau kaki seperti pada bayi cukup bulan)
* Reflek menghisap dan reflek menelan yang buruk
* Pernapasan yang tidak teratur
* Kantung zakar kecil dan lipatannya sedikit (anak laki-laki)
* Labia mayora belum menutupi labia minora (pada anak perempuan).
KOMPLIKASI
1.       Sindroma gawat pernapasan (penyakit membran hialin).
Paru-paru yang matang sangat penting bagi bayi baru lahir. Agar bisa bernapas dengan bebas, ketika lahir kantung udara (alveoli) harus dapat terisi oleh udara dan tetap terbuka. Alveoli bisa membuka lebar karena adanya suatu bahan yang disebut surfaktan, yang dihasilkan oleh paru-paru dan berfungsi menurunkan tegangan permukaan.
Bayi prematur seringkali tidak menghasilkan surfaktan dalam jumlah yang memadai, sehingga alveolinya tidak tetap terbuka. Diantara saat-saat bernapas, paru-paru benar-benar mengempis akibatnya terjadi Sindroma Distres Pernapasan. Sindroma ini bisa menyebabkan kelainan lainnya dan pada beberapa kasus bisa berakibat fatal. Kepada bayi diberikan oksigen; jika penyakitnya berat, mungkin mereka perlu ditempatkan dalam sebuah ventilator dan diberikan obat surfaktan (bisa diteteskan secara langsung melalui sebuah selang yang dihubungkan dengan trakea bayi).
2.       Ketidakmatangan pada sistem saraf pusat bisa menyebabkan gangguan refleks menghisap atau menelan, rentan terhadap terjadinya perdarahan otak atau serangan apneu.
Selain paru-paru yang belum berkembang, seorang bayi prematur juga memiliki otak yang belum berkembang. Hal ini bisa menyebabkan apneu (henti nafas), karena pusat pernapasan di otak mungkin belum matang. Untuk mengurangi frekuensi serangan apneu bisa digunakan obat-obatan. Jika oksigen maupun aliran darahnya terganggu, otak yang sangat tidak matang sangat rentan terhadap perdarahan (perdarahan intraventrikuler) atau cedera.
3.       Ketidakmatangan sistem pencernaan menyebabkan intoleransi pemberian makanan.
Pada awalnya, lambung yang berukuran kecil mungkin akan membatasi jumlah makanan/cairan yang diberikan, sehingga pemberian susu yang terlalu banyak dapat menyebabkan bayi muntah.
4.       Retinopati dan gangguan penglihatan atau kebutaan (fibroplasia retrolental)
5.       Displasia bronkopulmoner.
6.       Penyakit jantung.
7.       Jaundice.
Setelah lahir, bayi memerlukan fungsi hati dan fungsi usus yang normal untuk membuang bilirubin (suatu pigmen kuning hasil pemecahan sel darah merah) dalam tinjanya. Kebanyakan bayi baru lahir, terutama yang lahir prematur, memiliki kadar bilirubin darah yang meningkat (yang bersifat sementara), yang dapat menyebabkan sakit kuning (jaundice).
Peningkatan ini terjadi karena fungsi hatinya masih belum matang dan karena kemampuan makan dan kemampuan mencernanya masih belum sempurna. Jaundice kebanyakan bersifat ringan dan akan menghilang sejalan dengan perbaikan fungsi pencernaan bayi.
8.       Infeksi atau septikemia.
Sistem kekebalan pada bayi prematur belum berkembang sempurna. Mereka belum menerima komplemen lengkap antibodi dari ibunya melewati plasenta (ari-ari).
Resiko terjadinya infeksi yang serius (sepsis) pada bayi prematur lebih tinggi. Bayi prematur juga lebih rentan terhadap enterokolitis nekrotisasi (peradangan pada usus).
9.       Anemia.
10.   Bayi prematur cenderung memiliki kadar gula darah yang berubah-ubah, bisa tinggi (hiperglikemia maupun rendah (hipoglikemia).
11.   Perkembangan dan pertumbuhan yang lambat.
12.   Keterbelakangan mental dan motorik.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran fisik dan usia kehamilan.
Pemeriksaan yang biasa dilakukan pada bayi prematur:
- rontgen dada untuk melihat kematangan paru-paru,
- analisa gas darah,
- kadar gula darah,
- kadar kalsium darah,
- kadar bilirubin.
PENGOBATAN
Jika kemungkinan akan terjadi kelahiran prematur, biasanya diberikan obat tokolitik untuk menghentikan kontraksi dan kortikosteroid untuk mempercepat pematangan paru-paru bayi.

Makanan diberikan melalui sebuah selang yang dimasukkan ke dalam lambung bayi karena fungsi menghisap dan menelan pada bayi prematur masih belum matang. Pada prematur yang ekstrim, makanan diberikan melalui infus. Pada usia sekitar 34 minggu, bayi mulai disusui ASI atau susu botol.
Bayi prematur sangat cepat kehilangan panas dan mengalami kesulitan dalam mempertahankan suhu tubuh, sehingga mereka biasanya ditempatkan di dalam suatu inkubator. Mungkin bayi memerlukan bantuan respirator dan tambahan oksigen.

PENCEGAHAN
Salah satu langkah terpenting dalam mencegah prematuritas adalah mulai melakukan pemeriksaan kehamilan sedini mungkin dan terus melakukan pemeriksaan selama kehamilan. Statistik menunjukkan bahwa perawatan kehamilan yang dini dan baik bisa mengurangi angka kejadian prematuritas, kecil untuk kehamilan dan angka kesakitan akibat persalinan dan pada masa baru lahir.

2. Pemantauan tumbuh kembang bayi premature
Bayi prematur dengan berbagai resiko dan komplikasi yang dideritanya saat dalam kandungan dan saa dalam perawatan di rumah sakit menimbulkan dampak dan resiko gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Sehingga dipelukan pemantauan yang ketat dalam tumbuh dan berkembangnya di kemudian hari.
Berbagai faktor tumbuh kembang yang harus dilakukan pemantauan secara ketat adalah :
Pemantauan pertumbuhan Untuk memantau pertumbuhan bayi prematur dapat digunakan kurva seperti kura Babson and Benda, IHDP (Infant Health and Develompment Program), Gairdner and Pearson serta kurva CDC. Berdasarkan konvensi, untuk memantau pertumbuhan digunakan untuk koreksi, yaitu umur kronologis jumlah minggu prematuritas sampai bayi mencapai 2 tahun.
Pengukuran dilakukan terhadap :
Panjang badan. Panjang badan bayi prematur rerata umur pasca menstruasi 30-40 minggu, turun di bawah persentil 50 kurve pertumbuhan intera uterin. Tumbuh umur 1,5-7,5 bulan. Dari umur 7,5 bulan sampai 5 tahun, pertumbuhannya sama atau sedikit lebih cepat dari bayi-bayi aterm
Berat badan. Sejak umur pasca menstruasi 32 minggu sampai 1 bulan setelah aterm, rerat meningkat persentil ke 10 kurve pertumbuhan intra uteri aterm. Rerata berat badan bayi umur 2-18 bulan, berkisar antara 0-1 SD dibawah rerata bayi aterm.
Lingkar kepala. Setelah umur kronologis 3-4 minggu, pertumbuhan kepala bayi prematur sub-optimal yaitu 0,2 cm/minggu, kemudian diikuti dengan pertumbuhan cepat (1 cm/minggu) selama 1-2 bulan. Setelah itu tumbuh dengan laju normal, yaitu 1 cm/bulan dalam 6 bulan pertama dan 0,5 cm/bulan untuk 6 bulan berikutnya. Pertumbuhan kepala yang tidak memadai merupakan indikator awal adanya gangguan perkembangan .
Pemantauan Perkembangan Perkembangan bayi prematur dalam 2 tahun pertama dinilai berdasarkan umur koreksi. Kemajuan perkembangan dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain umur kehamilan, nutrisi, penyakit, stimulasi dan pemberian kasih sayang.
Alat yang digunakan dalam pemantauan perkembangan bayi prematur adal;ah dengan BINS (Bayley Infant Neurodevelopment Screening).
DDST II (Denver Development Screening Test II). Pada DDST yang dinilai adalah 4 sektor perkembangan, yaitu perilaku sosial, gerakan motorik halus, gerakan motorik kasar dan bahasa. Setiap kemampuan dalam kotak persegi panjang horizontal yang berurutan menurut umur. Penilaian dilakukan dengan memberikan nilai lulus (passed = P), tidak lulus (failed = F) atau tidak melakukan (no opprtunity = N.O). saat ini digunakan DDST II, hasil revisi dari Frakenbrurg y ang merupakan pengembangan dari DDST dan DDST-R. BINS adalah suatu metode untuk menilai perkembangan anak yang berusia 3-24 bulan.
BINS (Bayley Infant Neurodevelopment Screening).  Pada BINS yang dinilai adalah fungsi neurologis (N), reseptif (R), ekspresif (E), dan kognitif (K). Resiko untuk terjadi gang guan perkembangan dilihat dari beberapa nilai yang didapatkan, anak digolongkan menjadi resiko rendah, rendah dan tinggi. Bila hasil skrining menunjukkan hasil yang tidak normal, perlu dilanjurkan dengan pemeriksaan neurologis. Agar perkembangan bayi menjadi optimal perlu diberikan intervensi berupa stimulasi dini.
Pemeriksaan Penunjuang  lain Yang Harus Dilakukan
Pemeriksaan fungsi penglihatan. Pada bayi dengan berat lahir < 1700 gr, 50 % menderita ROP, 5 % di antaranya ROP berat. Semua bayi dengan resiko tinggi harus dilakukan pemeriksaan mata pada umur 4-6 minggu atau sebelum bayi dipulangkan. Bila ditemukan kelainan, diperlukan pemeriksaan berkala tiap 2 minggu, sehingga progesivitas penyakit dapat sangat diketahui. Bila tidak ditemukan kelainan, pemeriksaan mata diulangi pada umur 12-24 bulan.
Pemeriksaan fungsi pendengaran. Tuli kongenital lebih sering ditemukan pada bayi beresiko tinggi, termasuk bayi prematru. Intervensi dini akan memberikan perubahan bermakna pada kesempatan bicara. Fungsi pendengaran perlu dievaluasi ulang pada umur 12-24 bulan
Pemantauan Gangguan lainnya. Bayi prematur mempunyai kemungkinan empat kali lebih tinggi untuk dirawat kembali di rumah sakit dalam usia pertama kehidupan. Gangguan yang mungkin timbul adalah gamgguan hipersensitifitas saluran cerna, resiko penyakit alergi meningkat,  anemia defisiensi besi dan hipertensi.

Sumber:

Kamis, 06 November 2014

Skenario 4 part 1 blok 8

Unfamiliar Term
1.       Gestasi : periode waktu bayi berada di dalam rahim; lama penuh periode gestasi adalah antara 38 dan 42 minggu (dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir/ HPMT)
2.       G3P2A0 : kehamilan ketiga, Partus 3x, Abortus tidak pernah
3.       Serviks Inkompeten : satu kondisi dimana mulut rahim (serviks) mengalami pembukaan dan penipisan sebelum waktunya, sehingga tidak bisa menahan janin, dan mengakibatkan terjadinya keguguran atau kelahiran prematur. Kasus ini biasa terjadi tanpa disertai rasa nyeri, dan umumnya terjadi pada trimester 2 dan 3 kehamilan.
Problem Definition
1.       Apa faktor resiko dari serviks inkompeten?
Ketika seorang wanita hamil mengalami kasus ini, ada kemungkinan kasus ini dapat berulang di kehamilan berikutnya. Itu sebabnya perlu untuk dilakukan diagnosa secara pasti oleh dokter kandungan. Biasanya dokter akan memasang cerclage (setelah usia kehamilan 14 minggu), untuk menahan mulut rahim tidak membuka dan melebar (dilatasi). Kadang juga ditambah dengan dijahit di sekitar daerah mulut rahim. Jahitan akan dibuka sekitar usia kehamilan 37 minggu untuk persiapan persalinan.
Beberapa faktor risiko yang dipercaya merupakan penyebab terjadinya kondisi inkompetensi serviks tersebut, diantaranya:Riwayat inkompetensi serviks sebelumnya antara lain trauma atau riwayat prosedur melalui mulut rahim, Konisasi atau biopsi mulut rahim, dan kelainan anatomis mulut rahim.
Selain faktor-faktor diatas, infeksi juga dicurigai bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya inkompetensi serviks. Sedangkan metode atau prosedur dilakukannya kuret seharusnya tidak menimbulkan kemungkinan inkompetensi serviks.

2.        Bagaimana perkembangan keadaan bayi pada usia 30 minggu kehamilan?
Perkembangan Bayi usia 30 minggu
Gigi permanen bayi Anda telah berkembang dan menunggu di gusinya. Bayi Anda sangat sadar lingkungan dan kelopak matanya akan terbuka dan menutup. Dia bahkan akan melihat sekeliling dan berbelok ke arah cahaya. Kita cenderung berpikir rahim sebagai tempat gelap, tapi rahim sebenarnya dapat menjadi terang dan gelap tergantung pada lingkungan Anda. Berat bayi Anda hampir 1,3 kg (2,91 pound) dan panjangnya sekitar 39 cm (15 inci) sekarang.
Lanugo yang menutupi tubuh bayi Anda akan hampir menghilang pada akhir minggu ini, dan bayi Anda mungkin akan memiliki rambut lengkap – atau setidaknya cukup lengkap. Kuku kaki si bayi juga akan sepenuhnya hadir. Sumsum tulang belakang sekarang berperan untuk produksi sel darah merah. Otak akan mulai mengembangkan convolutions. Transmisi sel saraf akan mulai dipercepat dengan bantuan mielin, juga dikenal sebagai myelinization. Myelin adalah zat lemak yang melapisi bagian luar sel-sel saraf dan membantu untuk meningkatkan efisiensi pesan saraf yang dikirim ke dan dari otak si bayi.
Anda mungkin dapat membedakan siklus tidur dan bangun pada bayi Anda. Walaupun biasanya seolah-olah bayi ingin tidur saat Anda terjaga, dan sebaliknya, ini bukan indikasi saat tidur bayi yang baru lahir. Bayi Anda tidak hanya dapat mendengar suara Anda, tapi bisa mengenalinya. Selain itu, ia memiliki pegangan begitu kuat sehingga mampu mencengkeram jari Anda. Pada titik ini, bayi Anda mungkin berlatih menyusui saat ia mengisap ibu jarinya.
Jika bayi Anda lahir sekarang, dia memiliki paru-paru yang mampu menghirup udara, walaupun bantuan medis mungkin diperlukan. Sekitar 9 dari 10 bayi yang lahir sekarang akan bertahan

3.        Apa fungsi Betametason pada ibu hamil?
Betametason berfungsi memcu paru bayi membentuk zat yang disebut surfaktan yang berfungsi mengembangkan alveoli bayi. Pada BKB, jaringan paru memproduksi sedikit surfaktan dengan pemberian obat ini akan menigkatkan kemampuan untuk bernafas. Bila BKB dengan masa gestasi antara 24 dan 34 minggu diharapkan dalam waktu 7 hari bayi akan lahir, maka betametason diberikan kepada ibu agar dapat berpengaruh terhadap kematangan paru bayi. Betametason diberikan dua kali suntikan yang berbeda dalam 24 jam. Bila persalinan tidak terjadi dalam 7 hari, maka suntikan dapat diulang.

4.       Bagaimana pengaruh lahir prematur pada perkembangan dan pertumbuhan anak?
Kelahiran prematur dapat mempengaruhi anak dalam hal kemampuan intelektual, daya berfikir, memori, kemampuan verbal, kemampuan untuk belajar, dan lainnya. Kabar buruknya, beberapa bayi prematur dipengaruhi oleh komplikasi yang berhubungan dengan kelahiran prematur mereka.
Kabar buruknya, bagi beberapa bayi yang lahir prematur, kelainan ini tidak terlalu parah dan dapat diminimalkan agar tidak menjadi kendala utama untuk menjalani kehidupan yang normal, dengan perhatian dan penanganan yang tepat.
Cedera otak seperti pendarahan yang terjadi di dalam ventrikel otak dan kerusakan pada hiposeismik merupakan dua hal yang sering dikaitkan dengan gangguan pada kemampuan intelektual dan perilaku. Penyakit paru-paru kronis, dimana bayi membutuhkan asupan oksigen di uar 36 minggu kehamilan juga sering dikaitkan dengan resiko tinggi masalah intelektual dan perilaku.
Secara umum, semakin parah tingkat cedera otak dan penyakit paru-paru kronis, semakin besar kemungkinan anak mengalami gangguan pada inteletualnya. Jika sistem sensorik seperti pendengaran dan penglihatan juga terpegaruh, ini akan berakibat semakin buruk


Gawat darurat Neonatus pada pesalinan preterm dapat dilihat lebih lanjut di http://saripediatri.idai.or.id/pdfile/7-4-9.pdf