Kamis, 02 Oktober 2014

Skenario 4 Blok 13

Author : Yunita, Fitya, Intan, Nia

carater-1-1024x1024

Skenario

Seorang wanita berusia 36 tahun, dibawa suaminya ke UGD karena beberapa hari tidak mau makan, sehingga suaminya khawatir. Sejak 2 bulan yang lalu, pasien tampak sedih dan mengurung diri di kamar. Pasien sering menangis dan meminta maaf kepada suaminya karena merasa sangat berdosa dan bersalah. Pasien juga sulit tidur, tidak mau makan, dan tidak mau beraktivitas seperti biasanya. Akhir-akhir ini ia sering mendengar suara-suara tanpa wujud yang menyalah-nyalahkan dirinya, sehingga ia menjadi makin putus asa dan kadang muncul keinginan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Pasien mengalami abortus yang kedua kalinya, sementara usia pernikahannya sudah 10 tahun dan belum dikaruniai anak.

RPD :
Pasien pernah 2 kali dirawat di RSJ. Yang pertama dengan gejala yang sama yang kedua karena marah-marah tanpa sebab, banyak bicara dan tampak selalu gembira.

Problem Definition

  1. Bagaimana interpretasi data dari scenario di atas?
  2. Apa saja kemungkinan differential diagnosis pada kasus tersebut?

Analyzing Problem

  1. Interpretasi Data

·         Halusinasi auditori : pasien sering mendengar suara-suara tanpa wujud yang menyalah-nyalahkan dirinya

·         Gejala depresif : pasien tampak sedih dan mengurung diri di kamar. Pasien sering menangis dan meminta maaf kepada suaminya karena merasa sangat berdosa dan bersalah. Kadang muncul keinginan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.


F32 Episode Depresif

·         Gejala utama (pada derajat ringan, sedang, dan berat) :

-          Afek depresif

-          Kehilangan minta dan kegembiraan

-          Berkurangnya energy yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah (rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja) dan menurunnya aktivitas.

·         Gejala lainnya

-          Konsentrasi dan perhatian berkurang

-          Harga diri dan kepercayaan diri berkurang

-          Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna

-          Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri

-          Tidur terganggu

-          Nafsu makan berkurang

Sumber : PPDGJ-III Diagnosis Gangguan Jiwa hal.64

  1. Differential Diagnosis

a)      Gangguan Afektif Bipolar

Gangguan Bipolar dikenal juga dengan gangguan manik depresi, yaitu gangguan pada fungsi otak yang menyebabkan perubahan yang tidak biasa pada suasana perasaan, dan proses berfikir. Disebut Bipolar karena penyakit kejiwaan ini didominasi adanya fluktuasi periodik dua kutub, yakni kondisi manik (bergairah tinggi yang tidak terkendali) dan depresi.

Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual (DSM) IV, gangguan bipolar dibedakan menjadi 2 yaitu gangguan bipolar I dan II. Gangguan bipolar I atau tipe klasik ditandai dengan adanya 2 episode yaitu manik dan depresi, sedangkan gangguan bipolar II ditandai dengan hipomanik dan depresi. PPDGJ III membaginya dalam klasifikasi yang berbeda yaitu menurut episode kini yang dialami penderita.

Pembagian Gangguan Afektif Bipolar Berdasarkan PPDGJ III (F31)

F31.0 Gangguan afektif bipolar, episode kini hipomanik

F31.1 Gangguan afektif bipolar, episode kini manik tanpa gejala psikotik

F31.2 Gangguan afektif bipolar, episode kini manik dengan gejala psikotik

F31.3 Gangguan afektif bipolar, episode kini depresif ringan atau sedang

F31.4 Gangguan afektif bipolar, episode kini depresif berat tanpa gejala psikotik

F31.5 Gangguan afektif bipolar, episode kini depresif berat dengan gejala psikotik

F31.6 Gangguan afektif bipolar, episode kini campuran

F31.7 Gangguan afektif bipolar, kini dalam remisi

F31.8 Gangguan afektif bipolar lainnya

F31.9 Gangguan afektif bipolar yang tidak tergolongkan

F31.0 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini hipomanik

Pedoman diagnostic

a.      Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk hipomania (F30.0) dan,

b.      Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik, manik atau campuran di masa lampau.


F31.1 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Manik tanpa Gejala Psikotik

Pedoman diagnostic

a.      Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk mania tanpa gejala psikotik (F30.1) dan,

b.      Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik, manik atau campuran di masa lampau.


F31.2 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Manik dengan Gejala Psikotik

Pedoman diagnostic

a.      Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk mania dengan gejala psikotik (F30.2) dan,

b.      Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik, manik atau campuran di masa lampau.


F31.3 Gangguan Afektif Bipolar, episode kini Depresif Ringan atau Sedang

Pedoman diagnostic. Untuk mendiagnosis pasti :

a.      Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif ringan (F32.0) ataupun sedang (F32.1), dan

b.      Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik, manik atau campuran di masa lampau.

Karakter kelima dapat digunakan untuk menentukan ada atau tidaknya gejala somatic dalam episode depresif yang sedang berlangsung.


F31.30 Tanpa gejala somatik

F31.31 Dengan gejala somatik


F31.4 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Depresif Berat tanpa Gejala Psikotik

Pedoman diagnostic. Untuk mendiagnosis pasti :

a.      Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat tanpa gejala psikotik (F32.2), dan

b.      Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik, manik atau campuran di masa lampau.


F31.5 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Depresif Berat dengan Gejala Psikotik

Pedoman diagnostic. Untuk mendiagnosis pasti :

a.      Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat dengan gejala psikotik (F32.3), dan

b.      Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik, manik atau campuran di masa lampau.

Jika dikehendaki, waham atau halusinasi dapat ditentukan sebagai serasi atau tidak serasi dengan afeknya.


F31.6 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Campuran

Pedoman diagnostic :

a.     Episode yang sekarang menunjukkan gejala-gejala manik, hipomanikdan depresif yang tercampur atau bergantian dengan cepat (gejala mania/hipomania dan depresi sama-sama mencolok selama masa terbesar dari episode penyakit yang sekarang, dan telah berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu) dan

b.      Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik, manik atau campuran di masa lampau.


F31.7 Gangguan Afektif Bipolar, Kini dalam Remisi

Sekarang tidak menderita gangguan afektif yang nyata selama beberapa bulan terakhir ini, tetapi pernah mengalami sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik, manik atau campuran di masa lampau dan ditambah sekurangkurangnya satu episode afektif lain (hipomanik, manik, depresif atau campuran).


F31.8 Gangguan Afektif Bipolar Lainnya

F31.9 Gangguan Afektif Bipolar YTT

b)      Kriteria Episode Depresi

F32 Episode Depresif

Pada semua tiga variasi dari episode depresif khas yang tercantum di bawah ini, ringan (F32.0), sedang (F32.1), dan berat (F32.2 dan F32.3), individu biasanya menderita suasana perasaan (mood) yang depresif, kehilangan minat dan kegembiraan, dan berkurangnya enersi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah dan berkurangnya aktivitas. Biasanya ada rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja. Gejala lazim lainnya adalah :

a.      Konsentrasi dan perhatian berkurang

b.      Harga diri dan kepercayaan diri berkurang

c.       Gagasan tentang perasaan bersalah dan tidak berguna (bahkan pada episode tipe ringan sekali pun)

d.      Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis

e.      Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri

f.        Tidur terganggu

g.      Nafsu makan berkurang


F32.0 Episode Depresif Ringan

Pedoman diagnosis

Suasana perasaan (mood) yang depresif, kehilangan minat dan kesenangan, dan mudah menjadi lelah biasanya dipandang sebagai gejala dari depresi yang paling khas, dan sekurang-kurangnya dua gejala dari ini, ditambah sekurang-kurangnya dua gejala lain (untuk F32.-) harus ada untuk menegakkan diagnosis pasti. Tidak boleh ada gejala yang berat diantaranya. Lamanya episode berlangsung ialah sekurangkurangnya sekitar 2 minggu.

Individu yang mengalami episode depresif ringan biasanya resah tentang gejalanya dan agak sukar baginya untuk meneruskan pekerjaan biasa dan kegiatan sosial, namun mungkin ia tidak akan berhenti berfungsi sama sekali.

Karakter kelima dapat digunakan untuk menentukan adanya sindrom somatik :


F32.00 Tanpa gejala somatik

Kriteria untuk episode depresif ringan telah dipenuhi, dan tidak ada atau hanya sedikit sekali gejala somatik.


F32.01 Dengan gejala somatik

Kriteria untuk episode depresif ringan telah dipenuhi, dan empat atau lebih gejala somatik juga ditemukan. (jika hanya dua atau tiga gejala somatik ditemukan tetapi luar biasa beratnya, maka penggunaan kategori ini mungkin dapat dibenarkan)


F32.1 Episode Depresif Sedang

Pedoman diagnosis

Sekurang-kurangnya harus ada dua dari tiga gejala paling khas yang ditentukan untuk episode depresif ringan (F32.0), ditambah sekurang-kurangnya tiga (dan sebaiknya empat) gejala lainnya. Beberapa gejala mungkin amat menyolok, namun tidak esensial apabila secara keseluruhan ada cukup banyak variasi gejalanya.

Lamanya keseluruhan episode berlangsung ialah sekurang-kurangnya sekitar 2 minggu. Individu yang mengalami episode depresif taraf sedang biasanya menghadapi kesulitan nyata untuk meneruskan kegiatan sosial, pekerjaan, dan urusan rumah tangga.

Karakter kelima dapat digunakan untuk menentukan adanya sindrom somatik :


F32.10 Tanpa gejala somatic

Kriteria untuk episode depresif sedang telah dipenuhi, dan tidak ada atau hanya sedikit sekali gejala somatik


F32.11 Dengan gejala somatic

Kriteria untuk episode depresif sedang telah dipenuhi, dan ada empat atau lebih gejala somatik juga ditemukan. (jika hanya dua atau tiga gejala somatik ditemukan tetapi luar biasa beratnya, maka penggunaan kategori ini mungkin dapat dibenarkan)


F32.2 Episode Depresif Berat tanpa Gejala Psikotik

Pada episode depresif berat, penderita biasanya menunjukkan ketegangan atau kegelisahan yang amat nyata, kecuali apabila retardasi mental merupakan ciri terkemuka. Kehilangan harga diri dan perasaan dirinya tak berguna mungkin mencolok, dan bunuh diri merupakan bahaya nyata terutama pada beberapa kasus berat. Anggapan disini ialah bahwa sindrom somatik hampir selalu ada pada episode depresif berat.


Pedoman diagnosis

Semua ketiga gejala khas yang ditentukan untuk episode depresof ringan dan sedang harus ada, ditambah sekurang-kurangnya empat gejala lainnya, dan beberapa di antaranya harus berintensitas berat. Namun, apabila gejala penting (misalnya agitasi atau retardasi) menyolok, maka pasien mungkin tidak mau atau tidak mampu untuk melaporkan banyak gejalanya secara terinci. Dalam hal demikian, penentuan menyeluruh dalam subkategori episode berat masih dapat dibenarkan. Episode depresif biasanya seharusnya berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu, akan tetapi jika gejala amat berat dan beronset sangat cepat, maka mungkin dibenarkan untuk menegakkan diagnosis dalam waktu kurang dari 2 minggu.

Selama episode depresif berat, sangat tidak mungkin penderita akan mampu meneruskan kegiatan sosial, pekerjaan atau urusan rumah tangga, kecuali pada taraf yang sangat terbatas.

Kategori ini hendaknya digunakan untuk episode depresif berat tunggal tanpa gejala psikotik, untuk episode selanjutnya harus digunakan subkategori dari gangguan depresif berulang.


F32.3 Episode Depresif Berat dengan Gejala Psikotik

Pedoman diagnosis

Episode depresif berat yang memenuhi kriteria menurut F32.2 tersebut diatas, disertai waham, halusinasi atau stupor depresif. Wahamnya biasanya melibatkan ide tentang dosa, kemiskinan atau malapetaka yang mengancam, dan pasien dapat merasa bertanggung jawab atas hal itu. Halusinasi auditorik atau olfaktorik biasanya berupa suara yang menghina atau bau kotoran atau daging membusuk. Retardasi psikomotor yang berat dapat menuju pada stupor. Jika diperlukan, waham atau halusinasi dapat ditentukan sebagai serasi atau tidak serasi dengan suasana perasaan (mood)

            Sumber : Antiremed 2011, detail :

  • Widiodiningrat R. Membangun Kesadaran-Mengurangi Resiko gangguan Mental dan Bunuh Diri. http://pdpersi.co.id [diakses 28 juli 2008]
  • Andra. Memahami Kepribadian Dua Kutub. http://www.majalahfarmacia.com [diakses 28 juli 2008]
  • Atmaji W. Gangguan Bipolar Sering berakhir Bunuh Diri. http://www.suaramerdeka.com [diakses 28 juli 2008]


Referensi Anti-Remed 2011

S4B13 (Part 1) http://anti-remed.blogspot.com/2012/10/skenario-4-blok-13_3.html
S4B13 (Part 2) http://anti-remed.blogspot.com/2013/09/skenario-4-tutorial-blok-13.html


Download dalam bentuk file PDF

Jasil Download PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar