Rabu, 15 Oktober 2014

Skenario 1 Blok 8

Author: Amina

Tentang DDST KLIK DISINI
Makalah Pertumbuhan dan DDST KLIK DISINI

Seorang anak perempuan berumur 9 bulan, berat badan 10 kg dibawa oleh ibunya ke Klinik Tumbuh Kembang di Rumah Sakit. Ibunya merasa bahwa perkembangan anaknya tidak seperti teman sebanyanya. Anak belum bisa tengkurep, dan belum bisa mengoceh. Oleh dokter direncanakan untuk tes DDST dan KPSP.
Learning Outcome:
1.       Mengetahui cara deteksi dini keterlambatan perkembangan umum dengan menggunakan alat skrining perkembangan umum yang telah tervalidasi yaitu KPSP dan Denver II.
2.       Mampu melakukan pendekatan diagnosis pada anak keterlambatan perkembangan umum.
3.       Mampu memberikan tata laksana dini keterlambatan perkembangan umum.
4.       Memberikan konseling untuk kelainan yang ditemukan dan mampu melakukan rujukan.

Clarifying Unfamiliar Terms:
a.       DDST: Denver Development Screening Test, yaitu salah satu metode screening yang digunakan untuk menilai perkembangan anak dan ditujukan untuk anak usia 0 sampai 6 tahun.
b.      KPSP: Kuesioner Pra Skrinning Perkembangan, yaitu alat/instrument yang digunakan untuk mengetahui perkembangan anak, apakah normal atau ada penyimpangan.

Problem Definitions:
a.       Ukuran normal untuk bayi-balita
Umur 
Berat (dalam gram) 
Tinggi (dalam cm) 
Standard
80% Standard
Standard
80% Standard
Lahir
3.400
2.700
50,5
40,40
1 Bulan
4.300
3.400
55,0
44,00
2 Bulan
5.000
4.000
58,0
46,40
3 Bulan
5.700
4.600
60,0
48,00
4 Bulan
6.300
5.000
60,5
48,40
5 Bulan
6.900
5.500
64,5
51,60
6 Bulan
7.400
5.900
66,0
52,80
7 Bulan
8.000
6.400
67,5
54,00
8 Bulan
8.400
6.700
69,0
55,20
9 Bulan
8.900
7.100
70,5
56,40
10 Bulan
9.300
7.400
72,0
57,60
11 Bulan
9.600
7.700
73,5
58,80
12 Bulan
9.900
7.900
74,5
59,60
1 tahun 3 bulan
10.600
8.500
78,0
62,40
1 tahun 6 bulan
11.300
9.000
81,5
65,20
1 tahun 9 bulan
11.900
9.500
84,5
67,60
2 tahun 0 bulan
12.400
9.900
87,0
69,60
2 tahun 3 bulan
12.900
10.300
89,5
71,60
2 tahun 6 bulan
13.500
10.800
92,0
73,60
2 tahun 9 bulan
14.000
11.200
94,0
75,20
3 tahun 0 bulan
14.500
11.600
96,0
76,80
3 tahun 3 bulan
15.000
12.000
98,0
78,40
3 tahun 6 bulan
15.500
12.400
99,5
79,60
3 tahun 9 bulan
16.000
12.800
101,5
81,20
4 tahun 0 bulan
16.500
13.200
103,5
82,80
4 tahun 3 bulan
17.000
13.600
105,0
84,00
4 tahun 6 bulan
17.400
13.900
107,0
85,60
4 tahun 9 bulan
17.900
14.300
108,0
86,40
5 tahun 0 bulan
18.400
14.700
109,0
87,20



BACA SELENGKAPNYA KLIK DI BAWAH INI

Sumber Lain:

b.      Cara mengukur perkembangan dan pertumbuhan bayi-balita
·         Pengukuran Berat Badan
Pengukuran BB adalah pengukuran yang paling penting. BB dapat menunjukan peningkatan atau penurunan dari jaringan di dalam tubuh. BB digunakan sebagai indicator terbaik dan paling sensitive terhadap perkembangan nutrisi anak. Pengukuran BB juga termasuk rumah dan terjangkau. BB dapat diukur sewaktu-waktu atau secara kontinyu. Jika BB diukur secara kontinyu, kita dapat melihat grafik perkembangan dari anak tersebut. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam mengukur BB adalah pakaian yang dikenakan anak dan cara berdirinya (jika penimbangan dilakukan dengan berdiri).
·         Pengukuran Tinggi Badan/Panjang Badan
Pengukuran TB adalah yang kedua terpenting. Sama dengan pengukuran BB, pengukuran TB dapat dilakukan dengan mudah dan murah. Perkembangan TB dari anak akan sangat cepat terjadi pada saat anak masih bayi kemudian akan melambat dan kembali menjadi cepat saat remaja dan berhenti pada usia 18-20 tahun. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengukur TB adalah posisi berdiri yang benar atau tidur yang benar untuk anak yang belum bisa berdiri. Pantat, pundak, kepala, dan tumit harus menempel pada dinding serta pandangan yang lurus ke depan. 
·         Pengukuran Lingkar Kepala
Pengukuran LK menunjukkan volume dari otak anak. Selain itu, pengukuran LK juga dapat mendeteksi adanya mikrosefalus atau makrosefalus.
·         Pengukuran Lingkar Lengan Atas
Pengukuran LLA menunjukkan perkembangan dari jaringan lemak dan otot. Pengukuran LLA ini dapat digunakan untuk mengukur status nutrisi pada anak-anak pra-sekolah.
·         Growth Chart WHO
GC dari WHO dapat digunakan untuk mengukur pertumbuhan anak. Cara untuk mengukur pertumbuhan tersebut dengan memasukkan data-data seperti BB, TB, Usia, dll. GC dari WHO ini adalah GC yang sudah terstandarisasi sehingga dapat digunakan secara universal, sesuai dengan ras masing-masing anak (kaukasian dan asia berbeda GCnya)
·         Penggunaan DDST dan KPSP
c.       Sekilas tentang test DDST
·         Aspek Perkembangan yang dinilai:
Terdiri dari 125 tugas perkembangan. Tiap skrining, tugas yang diperiksa berkisar 25-30 tugas. 4 sektor perkembangan yang dinilai:
1.       Personal Social
Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.
2.       Fine Motor Adaptive
Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk megnamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat.
3.       Language
Kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, mengikuti perintah dan berbicara spontan.
4.       Gross Motor
Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh.
·         Alat yang digunakan:
1.    Alat peraga: benang wol merah, kismis/manik-manik, peralatan makan, peralatan gosok gigi, kartu/permainan ular tangga, pakaian, buku gambar/kertas, pensil, kubus warna merah-kuning-hijau-biru.
2.      Lembar formulir DDST II.
3.   Buku petunjuk sebagai referensi yang menjelaskan cara-cara melakukan tes dan cara penilaiannya.
·         Prosedur DDST terdiri dari 2 tahap, yaitu:
1.   Tahap pertama: secara periodic dilakukan pada semua anak berusia: 3-6 bulan, 9-12 bulan, 18-24 bulan, 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun.
2.   Tahap kedua: dilakukan pada anak yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap pertama.
d.      Faktor yang mempengaruhi perkembangan anak
·        Faktor Internal: faktor yang ada pada diri anak itu sendiri, baik faktor bawaan maupun faktor yang diperoleh
1.       Hal-hal yang diturunkan dari orang tua, kakek nenek, atau generasi sebelumnya.
2.       Unsur berfikir dan kemampuan intelektual, misalnya kecepatan berfikir.
3.       Keadaan kelenjar zat-zat dalam tubuh, misalnya kekurangan hormone yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak.
4.       Emosi dan sifat-sifat (temperamen) tertentu, misalnya pemalu, pemarah, tertutup, dan lain-lain.
·         Faktor Eksternal:
1. Keluarga: sikap dan kebiasaan keluarga dalam mengasuh dan mendidik anak, hubungan orang tua dengan anak, hubungan antara saudara, dan lain-lain.
2. Gizi: kekurangan gizi dalam makanan menyebabkan pertumbuhan anak terganggu yang akan mempengaruhi perkembangan seluruh dirinya.
3.  Budaya setempat: asuhan dan kebiasaan dari suatu masyarakat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Misalnya kebersihan lingkungan, kesehatan, pendidikan.
4. Teman bermain dan sekolah: ada tidaknya teman bermain. Tempat dan alat bermain, kesempatan pendidikan di sekolah akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.
  

Source:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar