Senin, 25 Februari 2013

Latihan Soal Skenario 3 Tutorial Blok 10

-->
Latihan Soal Skenario 3 Tutorial Blok 10
Author : Yudhi


1.    Sistitis dengan etiologi jamur Candida dapat dilakukan terapi medikamentosa dengan pemberian…
a.      Flukonazole
b.      Metronidazole
c.       Nitrofurantoin
d.      Cefaclor
e.       Cefepim

2.    Warna urin berkabut/keruh selain karena infeksi saluran kemih dapat dikacaukan karena adanya bahan berikut ini…
a.       Obat
b.      Bilirubin
c.       Kolesterol
d.     Protein
e.       Gula

3.    Seorang pria 33 tahun jatuh terduduk dari atap rumah, dia tidak dapat menahan buang air kecil. Trauma pada tulang apakah yang dapat menyebabkan orang tersebut tidak dapat menahan kencingnya?
a.       Vertebra servikalis
b.      Vertebra thoracalis
c.       Vertebra lumbalis
d.      Vertebra sacralis
e.       Os coxae

4.    Pernyataan berikut ini merupakan faktor predisposisi infeksi saluran kemih bagian bawah yang paling tepat…
a.       Pengeluaran urine dengan kateter
b.      Laki-laki dewasa tidak sirkumsisi
c.       Kadar progesterone rendah selama kehamilan
d.      Penyakit DM
e.       Berkemih di tempat yang kotor
Predisposisi (faktor resiko) ISK bagian Bawah :
-          Sumbatan
-          Kelainan fungsional : Reflux vesico-ureter, neurogenic bladder
-          Kelainan metabolik/ defek imunologi : DM, trauma
-          Kehamilan

5.    Sampling urin untuk menegakkan diagnosis pada kasus sistitis akut berikut memiliki akurasi seperti pengambilan urin dengan kateter pada pasien dewasa?
a.       Urine langsung
b.      Urine midstream
c.       Urine akhir
d.      Urine pagi hari
e.       Urine 24 jam
Urin midstream agar tidak terkontaminasi oleh bakteri di penis atau vagina.

6.    Pemeriksaan laboratorium apakah untuk menegakkan diagnosis infeksi genitalia karena Clamidia?
a.       Kultur pada media Thayer Martin
b.      Uji glukosa untuk mendapatkan spesies
c.       Inokulasi pada sel telur yang berembrio
d.      Tidak dapat dilakukan uji laboratorium karena sifatnya intraseluler obligat
e.       Kultur pada media biakan dilanjutkan pemeriksaan mikroskopik dengan pengenceran gram
Diagnosis laboratorium :
-          Isolasi kuman dari jaringan yang terinfeksi
-          Inokulasi pada yolk sac telur ayam
-          Karakteristik inclusion bodies pada sitoplasma sel infeksi
-          Test serologis (mikroimunofluorosens test, frei test, complement fixation test)

7.    Penyebab penyakit infeksi saluran kemih bagian bawah pada wanita di seluruh dunia 70-90% adalah mikroorganisme berikut…
a.      Escherichia coli
b.      Clamidia
c.       Human Immunodeficiency Virus
d.      Staphylococcus aureus
e.       Streptococcus

8.    Seorang pria 25 tahun dengan keluhan nyeri  perut bagian bawah pada akhir berkemih. Organ yang paling tepat dicurgai mengalami gangguan adalah…
a.       Ginjal
b.      Ureter
c.       VU
d.      Prostat
e.       Uretra

9.    Antibiotika berikut dapat untuk terapi ISK mempunyai mekanisme aksi menghambat sintesis dinding sel bakteri…
a.       Eritromisin
b.      Tetrasiklin
c.       Kloramfenikol
d.      Kotrimoxazole
e.      Ceftriaxon
Berdasarkan mekanismenya, antibiotik diklasifikasikan sebagai berikut :
-            Menghambat sintesis dinding bakteri : penisilin, cephalosporin [sefazolin, sefaleksin, sefoksitin, sefeklor, sefotaksim, ceftriaxon, sefiksim], vankomisin, basitrasin
-            Mengganggu permeabilitas membran sel : polimiksin
-            Menghambat sintesis protein bakteri : Linkomisin, tetrasiklin, kloramfenikol
-            Menghambat sintesis asam nukleat : rifampisin.

10.              Pria 30 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan panas saat berkemih, kemungkinan organ yang mengalami gangguan adalah…
a.      Ureter
b.      VU
c.       Prostat
d.      Vesica seminalis
e.       Uretra


Mohon koreksinya yaa

Kamis, 21 Februari 2013

Skenario 3 Tutorial Blok 10


Skenario 3 Tutorial Blok 10
Tema : Penyakit Menular Seksual dan/atau Infeksi Saluran Kemih

       I.            PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
PENDAHULUAN
Penyakit Menular Seksual atau sering disingkat PMS merupakan penyakit yang berhubungan dengan organ seksual manusia. Sebenarnya penyakit jenis ini sudah dikenal lama dengan sebutan penyakit kelamin (veneral disease) yang berasal dari kata venus (dewi cinta). Saat itu penyakit kelamin yang baru dikenal adalah sifilis (syphilis) dan gonore (gonorrhea), dan PMS baru dikenali setelah ada penemuan jenis penyakit baru selain dari kedua jenis diatas.
PMS juga dikenal dengan sebutan Penyakit Akibat Hubungan Seksual (PHS) atau Sexually Transmitted Diseases (STD). Ada pula yang menyebut Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) dan Infeksi Menular Seksual (IMS). Seseorang akan bisa tertular PMS karena melakukan hubungan seksual dengan orang yang memiliki penyakit menular seksual dan atau bisa juga melalui proses tranfusi darah dengan memakai jarum suntik bekas pasien penderita penyakit menular seksual.
PMS sangat populer terutama bagi masyarakat yang tinggal di kota besar. Mengapa, logikanya harusnya semakin tinggi peradaban manusia harusnya juga semakin tinggi pula tingkat kesadaran akan kesehatan masyarakat, namun yang terjadi bahkan sebaliknya. Pergaulan yang begitu luas dan bebas dan adanya fenomena gaya hidup modern, melakukan apa saja dengan resiko yang tidak tanggung‐tanggung berupa terjangkitnya penyakit menular yang dapat merenggut jiwa penderita.

Penyebab PMS
PMS pada umumnya disebabkan karena adanya penyebaran virus, bakteri, jamur dan protozoa/parasit. Seperti beberapa penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus antara lain HIV (Human Immunodeficiency Virus), Genital Herpes, Hepatitis B dan HPV (Human Papilloma Virus).

o   HIV
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus penyakit menular seksual yang merusak sistem kekebalan tubuh, sehinnga tubuh kehilangan kemampuan untuk melawan inveksi. HIV menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) atau kumpulan berbagai penyakit yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh akibat HIV, yang saat ini belum ada obat yang benar‐benar dapat menyembuhkan.
Ada beberapa fase perkembangan HIV/AIDS :
Pertama, penderita sudah terjangkit inveksi, tetapi ciri‐ciri terinveksi belum terlihat, meskipun penderita melakukan tes darah. Pada fase ini antibodi terhadapHIV belum terbentuk. Biasanya fase ini berlansung sekitar 1‐6 bulan dari waktu penderita
terjangkit.
Kedua, berlangsung lebih lama, yaitu sekitar 2‐10 tahun setelah terinfeksi HIV. Pada fase ini penderita sudah positif HIV dan belum menampakkan gejala sakit, tetapi
sudah dapat menularkan kepada orang lain.
Ketiga, sudah muncul gejala‐gejala awal penyakit yang HIV, tetapi belum dapat disebut sebagai gejala AIDS. Pada fase ini penderita mengalami seperti gejala keringat yang berlebihan pada waktu malam hari, diare terus menerus, pembengkakan kelenjar getah bening, flu yang tidak sembuh‐sembuh, nafsu makan berkurang, kekebalan tubuh menurun.
Keempat, sudah memasuki fase AIDS, dan baru dapat didiagnosa setelah kekebalan tubuh sangat berkurang dilihat dari Sel‐Tnya. Timbul penyakit tertentu yang disebut dengan infeksi oportunistik, yaitu kanker khususnya sariawan, kanker kulit (sarcoma kaposi), infeksi paru‐paru dan kesulitan bernafas, infeksi usus yang menyebabkan diare parah berminggu‐minggu dan infeksi otak yang menyebabkan kekacauan mental dan sakit kepala.

o   Genital Herpes
Genital Herpes atau lebih dikenal dengan herpes genitalis (herpes kelamin) adalah PMS yang disebabkan oleh Virus Herpes Simplek yang ditularkan melalui hubungan seksual baik vaginal, anal atau oral yang menimbulkan luka atau lecet pada bagian kelamin dan mengenai pada bagian langsung pada luka, bintil atau kutil. Virus ini
dapat meng hilang sementara waktu, tetapi sesungguhnya tetap tidak dapat sepenuhnya dihilang kan, bahkan obat cydofir (zovirox) saja yang biasa diresepkan untuk penderita genital herpes hanya dapat meringankan gejala‐gejalanya, tetapi tidak benar‐benar menyem buhkan penderita. Walaupun tanpa gejala dan tergantung pada daya tahan tubuh, kalaupun pada awalnya ada rasa seperti terbakar atau gatal pada kelamin diikuti timbulnya bintil‐bintil berisi air di atas kulit dengan warna dasar kemerahan, dalam beberapa hari bintil ini akan pecah dan menimbulkan luka lecet yang terbuka dan sangat nyeri.
Pada penderita perempuan biasanya timbul di sekitar kelamin, dinding liang kemaluan dan kadang‐kadang disekitar anus. Sedang pada penderita Laki‐laki biasanya pada batang atau kepala penis serta disekitar anus. Gejala pada serangan pertama umumnya lebih berat dibandingkan ketika kambuh. Sebelum timbul lecet biasanya diawali dengan keluhan pegal‐pegal pada otot disertai demam (terutama pada serangan pertama), pembengkakan pada kelenjar lipatan paha, nyeri kadang gatal serta kemerahan pada tempat yang terkena. Masa inkubasi 1‐26 hari, rata‐rata 6‐7 hari.
Masa Inkubasi merupakan rentang waktu sejak masuknya penyakit kedalam tubuh hingga timbulnya penyakit tersebut.

o   Hepatitis
Hepatitis adalah penyakit menular yang menyebabkan peradangan hati dan dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Hepatitis B merupakan satu‐satunya penyakit menular seksual yang dapat dicegah dengan vaksinasi. Hepatitis B dapat menyebabkan penyakit kuning, kelelahan yang teramat sangat, muntah‐muntah dan demam, dapat ditularkan dengan mudah melalui kontak seksual. Sebagian penderita hepatitis B dapat kembali sehat dengan terapi anti hepatitis, namun sebagian penderita terkadang penyakitnya justru bertambah kronis.

o   Human Pappiloma Virus (HPV)
Human Pappiloma Virus (HPV) atau juga dikenal dengan nama genital wart adalah penyakit menular seksual yang banyak ditemukan dengan munculnya kutil genital, kutil kelamin atau disebut candiloma akuminata yang dapat meningkatkan kanker serviks dan penyakit ini sangat mengkhawatirkan di komunitas medis ada kampanye untuk mendorong diadakannya vaksinasi terhadap HPV pada penderita untuk menekan angka penyebaran HPV genital melalui aktivitas seksual.
Virus HPV menimbulkan gejala seperti kelainan berupa tonjolan kulit berbentuk jengger ayam yang berwarna seperti kulit, ukurannya bervariasi dan sangat kecil sampai besar sekali. Pada penderita perempuan dapat mengenai kulit di daerah kelamin sampai dubur, selaput lendir bagian dalam liang kemaluan sampai leher rahim.
Pada penderita laki‐laki dapat mengenai penis dan saluran kencing bagian dalam. Khusus perempuan hamil, kutil dapat tumbuh besar sekali dan baru disadari setelah perempuan melakukan papsmear. Jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan kanker leher rahim serta kanker penis. Sebagian besarkuman penyakit ini menempel pada kulit, seperti skrotum, maka kondom tidak 100% efektif dalam mencegah penularannya. Bahkan berdasar laporan kesehatan, remaja memiliki persentase tertinggi pada virus ini dibanding kelompok umur lainnya. Ada satu penelitian di Amerika menunjukkan sampai seperempat perempuan muda yang aktif secara seksual terbuktiterinveksi kutil kelamin melalui pengujian laboratorium, walaupun bukti kasat mata seperti kutil kelamin dibagian luar lebih sedikit.

Sekarang kita bahas tentang PMS yang disebabkan karena penyebaran bakteri antara lain seperti Chlamydia Trachomatis atau disebut Klamidia, Vaginosis Bakterial,
Gonore, dan Sifilis.
o   Chlamydia Trachomatis
Chlamydia Trachomatis adalah penyakit menular melalui hubungan seks vaginal, oral atau anal. Apabila tidak terdeteksi melalui diagnosa pada tahap awal dan segera diobati dengan antibiotika, maka klamidia dapat menyebar dengan sangat cepat dan menyebabkan penyakit radang panggul yang menyebabkan kehamilan ektopik (diluar kandungan) dan kemandulan pada laki‐laki. Bakteri ini juga dapat menyerang leher rahim. Gejala pada penderita berupa keluhan adanya keputihan yang disertai nyeri pada saat kencing dan pendarahan setelah melakukan hubungan seksual. Cara penularannya tidak disadari karena kebanyakan penderita yang terinfeksi tidak merasakan gejalanya. Pada infeksi kronis dapat menyebar ke saluaran telur yang mengakibatkan kehamilan ektopik dan kemandulan. Dapat menyebabkan kebutaan atau radang paru‐paru pada bayi yang baru dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi bakteri ini.
Masa inkubasi klamidia adalah 7‐12 hari. Hasil laporan kesehatan menunjukkan bahwa remaja di seluruh dunia adalah proporsi terbesar seluruhnya dalam infeksi klamidia, kurang lebih sepertiga. Termasuk di Haiti dan Nigeria memiliki tingkat klamidia yang tinggi.

o   Vaginosis Bakterial
Vaginosis Bakterial adalah penyakit menular yang disebabkan adanya infeksi pada alat kelamin yang disebabkan adanya campuran bakteri Gardnella Vaginalis dan bakteri Anaerop. Pada penderita gejalanya berupa keputihan tidak banyak, berwarna abu‐abu, lengket dan berbau amis, biasanya akan tercium jelas setelah melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis.

o   Gonore
Gonore adalah penyakit menular serupa dengan klamidia, ditularkan melalui hubungan seks vaginal, oral atau anal. Penyakit ini juga telah berhasil diobati dengan antibiotika, namun gonore yang tidak segera diobati dapat menyebabkan nyeri panggul, keputihan dan penyakit radang panggul. Pada penderita penyebabnya adanya kuman Neisseria Gonorrhoeae. Pada penderita perempuan terkadang sering tanpa adanya gejala atau gejalanya sulit dilihat, terkadang ada nyeri di bagian perut bawah, kadang disertai keputihan dengan bau yang menyengat, alat kelamin terasa sakit atau gatal, adanya rasa sakit atau panas pada waktu buang air dan pendarahan setelah melakukan hubungan seks. Akan tetapi Gonore (GO) sering datang tanpa keluhan atau gejala apapun pada perempuan. Pada penderita laki‐laki adanya gejala timbul pada waktu satu minggu, rasa sakit pada saat buang air atau ereksi, keluar nanah dari saluran kencing utamanya pada pagi hari. Sering tanpa gejala pada stadium dini.

o   Sifilis
Sifilis atau dikenal dengan Raja Singa adalah penyakit menular yang disebabkan kuman Treponema Pallidium. Gejala yang pertama kali muncul adalah rasa sakit didaerah kontak seksual, timbul benjolan di sekitar alat kelamin, kadang‐kadang disertai pusing‐pusing dan nyeri tulang seperti flu yang akan menghilang dengan sendirinya tanpa diobati, terjadi bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6‐12 minggu setelah hubungan seks. Selama 2‐3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa‐apa. Setelah 5‐10 tahun penyakit ini akan menyerang susunan syaraf otak, Pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil, penyakit ini dapat menular pada bayi yang dikandungnya yang mengakibatkan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental.

Selanjutnya kita bahas PMS yang disebabkan karena penyebaran jamur yaitu
Kandidas Vagina.
o   Kandidas Vagina
Kandidas Vagina adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jamur Candida Albicans. Dalam keadaan normal biasanya jamur ini terdapat pada kulit ataupun lubang kemaluan perempuan. Pada keadaan tertentu seperti penyakit (kencing manis, kehamilan pengobatan steroid, anti biotik) jamur ini dapat meluas dan menimbulkan keputihan. Penyakit ini sebenarnya tidak tergolong PMS, tetapi pasangan seksual perempuan yang terinfeksi jamur ini dapat mengeluh gatal dengan gejala bintik‐bintik kemerahan pada kulit kelamin. Gejalanya adalah keputihan yang tidak berbau atau berbau asam, berwarna seperti keju atau susu basi disertai gatal, panas dan kemerahan di kelamin dan sekitarnya.

Yang terakhir kita bahas PMS yang disebabkan karena penyebaran protozoa/parasit
yaitu Trikomoniasis.
o   Trikomoniasis
Trikomoniasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Trichomonas Vaginalis. Gejalanya antara lain terjadinya keputihan yang banyak. Kadang‐kadang berbusa dan berwarna kehijauan dengan bau busuk, terjadinya gatal‐gatal di kemaluan, nyeri pada saat berhubungan seks atau saat buang air kecil. Masa inkubasi 3‐28 hari. Infeksi trikomoniasis merupakan penyakit menular seksual yang dapat disembuhkan dan yang paling biasa terjadi.

Faktor Penyebab PMS
Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan tingginya pengidap Penyakit Menular Seksual (PMS) antara lain :
1)     Saat ini sudah terbuka lebar akses informasi yang membahas seksualitas termasuk gambar‐gambar berkatagori pornografi, media masa, internet yang sudah banyak dimanfaatkan oleh sebagian besar kalangan remaja secara tidak benar.
2)     Adanya nilai ganda masyarakat dalam mensikapi permasalahan pornografi, disatu sisi menentang, menganggap tabu, terlalu fulgar, seronok, jijik dan sebagainya, disisi lain ada sikap apatis, membiarkan bahkan memanfaatkan pornografi sebagai tontonan masyarakat bahkan masuk dalam lingkungan keluarga.
3)     Nilai‐nilai cinta atau hubungan lawan jenis yang cenderung disalah gunakan, menghilangkan nilai‐nilai sakral, budaya dan agama, malah cenderung melakukan hal‐hal yang tidak terpuji, permisif (serba boleh) dan cenderung melonggarkan hubungan laki‐laki dan perempuan.
4)     Kurangnya pemahaman kalangan remaja terhadap perilaku seks bebas yang pernah dilakukan ditambah kontrol keluarga serta masyarakat yang cenderung menurun.
5)     Semakin banyaknya tempat‐tempat hiburan plus, prostitusi, baik yang terlokalisir maupun di tempat/kawasan remang‐remang dan sebagainya. Bahkan ada yang beranggapan bahwa dirinya merasa tidak akan mungkin terjangkit penyakit apapun, sehingga ada dorongan untuk mencoba pengalaman baru.
Sebenarnya masih banyak faktor yang dapat menyebabkan tingginya pengidap/penderita PMS, seperti salah satunya adalah tidak sedikit masyarakat yang masih belum bisa menerima kehadiran pendidikan seks bagi keluarga, sehingga anak remaja cenderung untuk mencari informasi kepada teman atau media yang justru tidak mendidik.
Untuk menghindari ataupun mencegah PMS dan fenomena/gejalanya pada penderita adalah sebagai berikut :
Pertama, mengingat sebagian besar penularannya melalui hubungan seksual, maka cara pencegahannya yang efektif adalah menjalankan perilaku seksual yang sehat, misalnya memilih perilaku seksual yang kecil resikonya atau tidak melakukan hubungan seksual sama sekali, menghindari seksual dengan berganti‐ganti pasangan, menggunakan kondom ketika melakukan hubungan seksual, memeriksakan segera bila ada gejala‐gejala PMS yang dicurigai.
Kedua,bagaimana dengan remaja agar tidak terkena PMS, berusaha menghindari hubungan seksual sebelum menikah, melakukan kegiatan‐kegiatan positif; agar tidak terlintas untuk melakukan hubungan seksual, mencari informasi yang benar sebanyak mungkin tentang resiko tertular PMS, meningkatkan ketahanan moral melalui pendidikan agama, mendiskusikan dengan orang tua, atau teman mengenai hal‐hal yang berkaitan dengan perilaku seksual, menolak ajakan pasangan yang meminta untuk melakukan hubungan seks, mengendalikan diri saat bermesraan dan bersikap waspada jika diajak ke suatu tempat yang sepi dan berbahaya.

    II.            INFEKSI SALURAN KEMIH
PENDAHULUAN
Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang mengatur keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit dalam tubuh, dan sebagai pengatur volume dan komposisi kimia darah dengan mengeksresikan air yang dikeluarkan dalam bentuk urine apabila berlebih.(1) Diteruskan dengan ureter yang menyalurkan urine ke kandung kemih. Sejauh ini diketahui bahwa saluran kemih atau urine bebas dari mikroorganisme atau steril.
Masuknya mikroorganisme kedalam saluran kemih dapat melalui :
o   Penyebaran endogen yaitu kontak langsung dari tempat infeksi terdekat (ascending);
o   Hematogen (melalui darah);
o   Limfogen (melalui limfa);
o   Eksogen sebagai akibat pemakaian berupa kateter.
Dua jalur utama terjadinya ISK adalah hematogen dan ascending, tetapi dari kedua cara ini ascendinglah yang paling sering terjadi. Kuman penyebab ISK pada umumnya adalah kuman yang berasal dari flora normal usus. Dan hidup secara komensal di dalam introitus vagina, prepusium penis, kulit perineum, dan di sekitar anus. Mikroorganisme memasuki saluran kemih melalui uretra – prostate – vas deferens – testis (pada pria) buli-buli – ureter, dan sampai ke ginjal.
Meskipun begitu,faktor-faktor yang berpengaruh pada ISK akut yang terjadi pada wanita tidak dapat ditemukan. Mikroorganisme yang paling sering ditemukan adalah jenis bakteri aerob. Selain bakteri aerob, ISK dapat disebabkan oleh virus dan jamur. Terjadinya infeksi saluran kemih karena adanya gangguan keseimbangan antar mikroorganisme penyebab infeksi sebagai agent dan epitel saluran kemih sebagai host. Gangguan keseimbangan ini disebabkan oleh karena pertahanan tubuh dari host yang menurun atau karena virulensi agent meningkat.
Kemampuan host untuk menahan mikroorganisme masuk ke dalam saluran kemih disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adalah :
1)     Pertahanan lokal dari host;
2)     Peranan dari sistem kekebalan tubuh yang terdiri atas kekebalan humoral maupun imunitas seluler.
Bermacam-macam mikroorganisme dapat menyebabkan ISK. Penyebab terbanyak adalah Gram-negatif termasuk bakteri yang biasanya menghuni usus yang kemudian naik ke sistem saluran kemih. Dari gram-negatif Escherichia coli menduduki tempat teratas.(1) Sedangkan jenis gram-positif lebih jarang sebagai penyebab ISK sedangkan enterococcus dan staphylococcus aureus sering ditemukan pada pasien dengan batu saluran kemih.
Kuman Escherichia coli yang menyebabkan ISK mudah berkembang biak di dalam urine, disisi lain urine bersifat bakterisidal terhadap hampir sebagian besar kuman dan spesies Escherichia coli. Sebenarnya pertahanan sistem saluran kemih yang paling baik adalah mekanisme wash-out urine, yaitu aliran urine yang mampu membersihkan kuman-kuman yang ada di dalam urine bila jumlah cukup. Oleh karena itu kebiasaan jarang minum menghasilkan urine yang tidak adekuat sehingga memudahkan untuk terjadinya infeksi saluran kemih. ISK juga banyak terjadi melalui kateterisasi yang terjadi di rumah sakit. Berikut data dari infeksi nosokomial terbanyak yang terjadi di rumah sakit.
Gejala klinis ISK sesuai dengan bagian saluran kemih yang terinfeksi sebagai
berikut :
o   Pada ISK bagian bawah, keluhan pasien biasanya berupa rasa sakit atau rasa panas di uretra sewaktu kencing dengan air kemih sedikit-sedikit serta rasa tidak enak di daerah suprapubik;
o   Pada ISK bagian atas dapat ditemukan gejala sakit kepala, malaise, mual, muntah, demam, menggigil, rasa tidak enak, atau nyeri di pinggang.

Obat Tepat Indikasi untuk Infeksi Saluran Kemih
Pada ISK yang tidak memberikan gejala klinis tidak perlu pemberian terapi, namun bila sudah terjadi keluhan harus segera dapat diberikan antibiotika. Antibiotika yang diberikan berdasarkan atas kultur kuman dan test kepekaan antibiotika.
Tujuan pengobatan ISK adalah mencegah dan menghilangkan gejala, mencegah dan mengobati bakteriemia, mencegah dan mengurangi risiko kerusakan jaringan ginjal yang mungkin timbul dengan pemberian obat-obatan yang sensitif, murah, aman dengan efek samping yang minimal. Banyak obat-obat antimikroba sistemik diekskresikan dalam konsentrasi tinggi kedalam urin. Karena itu dosis yang jauh dibawah dosis yang diperlukan untuk mendapatkan efek sistemik dapat menjadi dosis terapi bagi infeksi saluran kemih.
Untuk menyatakan adanya ISK harus ditemukan adanya bakteri di dalam urin. Indikasi yang paling penting dalam pengobatan dan pemilihan antibiotik yang tepat adalah mengetahui jenis bakteri apa yang menyebabkan ISK. Biasanya yang paling sering menyebabkan ISK adalah bakteri gram negatif Escherichia coli. Selain itu diperlukan pemeriksaan penunjang pada ISK untuk mengetahui adanya batu atau kelainan anatomis yang merupakan faktor predisposisi ISK sehingga mampu menganalisa penggunaan obat serta memilih obat yang tepat.
Bermacam cara pengobatan yang dilakukan pada pasien ISK, antara lain :
o   pengobatan dosis tunggal;
o   pengobatan jangka pendek (10-14 hari);
o   pengobatan jangka panjang (4-6 minggu);
o   pengobatan profilaksis dosis rendah;
o   pengobatan supresif.

REFERENSI :
o   http://erwinanggraeni.student.umm.ac.id/kedokteran/infeksi-saluran-kemih-i/
o   http://www.penyakitmenularseksual.com/